“Pada saat kunjungan ke Mentawai, Pak Irman melihat langsung bagaimana kondisi masyarakat kami. Ketika badai datang, transportasi laut tidak bisa berjalan dan distribusi kebutuhan pokok bisa terhenti,” kata Rinto.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi keprihatinan karena dapat berdampak langsung pada ketersediaan pangan masyarakat di pulau-pulau. “Hal itu menjadi perhatian Pak Irman. Karena itu beliau kemudian menginisiasi komunikasi dengan Perum Bulog,” ujar Rinto Wardana Samaloisa.
“Selama ini beliau juga menjadi komunikator kami dengan Bulog agar Mentawai bisa memiliki gudang penyimpanan pangan,” lanjutnya.
Rinto juga menyebut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Mentawai dan Bulog tidak lepas dari dukungan Senator asal Sumbar, Irman Gusman.
Ia mengatakan gagasan untuk memperkuat ketahanan pangan Mentawai, melalui pembangunan gudang penyimpanan muncul setelah diskusi panjang antara dirinya dan Irman saat senator tersebut melakukan kunjungan ke Mentawai beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Mentawai, termasuk tantangan distribusi dan ketersediaan pangan di wilayah kepulauan yang bergantung pada jalur transportasi laut.
“Dalam kunjungan beliau ke Mentawai beberapa waktu lalu, kami berdiskusi cukup mendalam tentang masalah ketersediaan pangan. Dari diskusi itu muncul gagasan untuk membangun gudang pangan,” ujar Rinto.
“Kami berterima kasih atas aspirasi yang langsung dijembatani oleh Bapak Irman Gusman. Dengan arahan beliau, kami di pemerintah daerah bisa melangkah lebih cepat untuk mencari solusi atas persoalan pangan di Mentawai,” kata Rinto.
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai telah menyiapkan tanah hibah seluas sekitar dua hektare di Pulau Sipora untuk pembangunan gudang Bulog.
“Lahan untuk gudang sudah kami siapkan sekitar dua hektare di Sipora. Harapan kami, tahun ini pembangunan gudang tersebut sudah dapat direalisasikan,” kata Rinto.





