PARIWISATA

Harus Kuasai Bahasa Asing dan Kompeten, 50 Tour Leader dan Tour Guide Ikuti Sertifikasi

1
×

Harus Kuasai Bahasa Asing dan Kompeten, 50 Tour Leader dan Tour Guide Ikuti Sertifikasi

Sebarkan artikel ini
Pariwisata
Kadis Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda, Kabid Sumber Daya Pariwisata dan Ekraf, Mulyadi Yanis dan asesor, berfoto bersama peserta orientasi sertifikasi tour leader dan tour guide di Hotel Ibis, Selasa (26/7/2022). ATVIARNI

HARIANHALUAN.ID – Adanya wacana pemerintah untuk mengurangi entry point (titik masuk) wisatawan, dari sangat banyak menjadi hanya 10 bandara di Indonesia, dikhawatirkan akan menjadi salah satu faktor makin berkurangnya jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Sumbar.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda saat membuka Orientasi Sertifikasi bagi Tenaga Kerja Bidang Pariwisata: Tour Leader dan Tour Guide, di Hotel Ibis, Selasa (26/7/2022).

Menurut Luhur, jika kebijakan itu diberlakukan wisatawan luar negeri hanya bisa masuk ke Indonesia melalui 10 bandara itu, dan untuk sampai ke Sumbar tak ada lagi penerbangan langsung dari luar negeri.

Baca Juga  Kompetensi Pelaku Pariwisata Ditingkatkan, Bisnis Homestay Menjanjikan

Harus dari salah satu bandara besar itu pertama dan kemudian dilanjutkan ke daerah tujuan. Ini tentunya akan memberatkan wisatawan, karena biaya transportasi menjadi lebih tinggi.

Informasi tersebut menurut Luhur, didapatkannya saat bersama Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengunjungi Kementerian Maritim dan Investasi baru-baru ini, untuk mengurus kebijakan agar turis mancanegara bisa langsung masuk Sumbar.

“Kita khawatir, kalau hal itu benar-benar menjadi kebijakan pemerintah, biaya yang dikeluarkan tentu akan semakin banyak. Ini akan berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan yang datang. Jika wisatawan sedikit, tentunya perekonomian juga akan melambat,” kata Luhur.

Baca Juga  Presentasikan Beutiful Indonesia, Sandiaga Uno Undang Investor Australia Berinvestasi di Sektor Parekraf