SUMBARTANAH DATAR

Dari Modal Nol Rupiah, Usaha Peti Buah M Jinis Raup Omset Rp4 Juta Per Hari

6
×

Dari Modal Nol Rupiah, Usaha Peti Buah M Jinis Raup Omset Rp4 Juta Per Hari

Sebarkan artikel ini
Pengusaha peti
M. Jinis Khatib Jalelo memperlihatkan peti buah yang diproduksinya. Peti buah tersebut dijual tidak hanya di Sumbar, tapi juga luar Sumbar seperti Medan dan Jakarta. IST

Namun sayangnya, sebut M. Jinis, di tengah permintaan tinggi yang tidak seimbang dengan jumlah produksi, dirinya tidak bisa berbuat banyak. “Ketika itu dalam sehari saya bisa produksi sampai 150 peti. Sementara permintaan sampai 300 peti,” katanya.

“Saya tidak bisa meningkatkan produksi karena keterbatasan modal, termasuk bahan baku seperti kayu, ditambah lagi jumlah jumlah pekerja hanya lima orang, termasuk anak saya paling besar yang kini juga membuka usaha yang sama dengan saya. Lokasinya masih di Rambatan, Jorong Kinawai, Nagari Balimbiang,” ujar M. Jinis.

Baca Juga  GM Pro Usulkan Perda Madrasah Ke DPRD Tanah Datar

Barulah di Tahun 2013, lanjut M Jinis, dirinya kembali mendapat pinjaman dari PT Semen Padang. Kali ini, jumlahnya Rp50 juta. Uang puluhan juta itu digunakannya untuk beli mesin potong kayu, menambah jumlah stok bahan baku, termasuk menambah jumlah pekerja.

“Alhamdulillah, sejak dapat pinjaman kedua dari CSR Semen Padang, rata-rata produksi peti buah mencapai 300 sehari. Untuk satu peti buah dijual seharga Rp13.000. Jadi, kalau dikalkulasikan, pendapatan sehari bisa mencapai Rp4 juta. Itu masih pendapatan kotor,” ujarnya.

Baca Juga  Hangatnya Silaturahmi Pascalebaran, Direksi Semen Padang Bangun Energi Positif di Hari Pertama Kerja

M. Jinis mengaku bangga bisa menjadi bagian dari UMKM binaan CSR Semen Padang. Karena, berkat binaan yang dilakukan CSR Semen Padang, usaha peti buahnya bisa berkembang pesat.

“Bahkan selain membuat peti buah, saya pun juga membuat kayu reng dengan berbagai ukuran,” tuturnya. (*)