UTAMA

Tim Save Kadin Sumbar Tolak Ketum Terpilih Periode 2022-2027 Buchari Bachter

1
×

Tim Save Kadin Sumbar Tolak Ketum Terpilih Periode 2022-2027 Buchari Bachter

Sebarkan artikel ini
Kadin Sumbar

Masrizal Mamak menambahkan, fakta tersebut membuktikan bahwa Buchari Bachter melakukan pelanggaran fatal. Pelanggaran itu adalah Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan peraturan organisasi Kadin, serta mengingkari pakta integritas Caketum Kadin Sumbar yang ditandatangani di atas materai.

“Pelanggaran Buchari Bachter yakni melanggar Anggaran Rumah Tangga Kadin Bab X, Pasal 34 ayat 1 bunyinya setiap calon ketua umum yang juga menjadi ketua formatur pada dasarnya, sekurang-kurangnya dalam 3 tahun berturut-turut sampai tahun berjalannya perusahaan harus terdaftar sebagai anggota Kadin, dibuktikan dengan kepemilikan KTA-B Kadin dan berpengalaman dalam kepengurusan Kadin atau asosiasiasi/himpunan,” katanya. 

Baca Juga  Alumni FHUA ’82 Buka Bersama Anak Yatim

Kemudian melanggar Peraturan Organisasi Nomor 58/2018 Pasal 13 ayat 3, yaitu perusahaannya, baik satu perusahaan yang sama atau perusahaan yang berbeda dalam 3 tahun berturut sampai tahun berjalan terdaftar menjadi anggota Biasa Kadin yang dibuktikan dengan kepemilikan KTA B Kadin.

Selanjutnya, melanggar Pakta Integritas Caketum Kadin Sumbar poin 8 yang ditandatangani Buchari Bachter di atas materai 10.000, yaitu tidak berbohong dan menyampaikan data secara jujur. 

“Tim Save Kadin Sumbar juga menuntut Buchari Bachter, karena nyata-nyata telah membohongi SC/OC dan Kadin Sumbar dengan memberikan data yang tidak valid. Kita memohon kepada Ketum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid untuk menunjuk pejabat sementara Ketum Kadin Sumbar untuk melakukan/melanjutkan musprov,” tuturnya.

Baca Juga  17 Tahun Menghilang Tanpa Jejak, Pemuda Asal Harau Diduga Masih Hidup! Keluarga Menangis Rindu

Sementara di lain kesempatan, Ketum Kadin Sumbar terpilih Buchari Bachter menjawab tuntutan tersebut dengan santai. “Tidak apa-apa, itu hak beliau dan timnya. Pesan Ketum Kadin Indonesia bertanding untuk bersanding,” katanya. (*)