PENDIDIKAN

Penderita Skizofrenia Alami Peningkatan, Dosen Unand Gelar Pelatihan Peningkatan Kemampuan Perawat

0
×

Penderita Skizofrenia Alami Peningkatan, Dosen Unand Gelar Pelatihan Peningkatan Kemampuan Perawat

Sebarkan artikel ini
Fakultas Keperawatan Unand
Peserta dan pemateri foto bersama. IST

HARIANHALUAN.ID — Dosen Keperawatan Jiwa Fakultas Keperawatan Universitas Andalas (Unand) menyelenggarakan pelatihan dengan tema peningkatan kemampuan perawat, dalam meningkatkan ketahanan keluarga orang dengan skizofrenia pada 18-19 Oktober 2022 di Fakultas Keperawatan Unand.

“Narasumber dari kegiatan ini adalah Gusti Sumarsih Agoes, M. Biomed, Rika Sarfika, Rika Sabri, Feri Fernandes dan Bunga Permata Wenny, yang juga merupakan dosen di Fakultas Keperawatan,” ujar Ketua Pelaksana Kegiatan Dewi Eka Putri, yang juga merupakan salah satu pemateri, Kamis (27/10/2022).

Lebih jauh dikatakannya, sasaran dari kegiatan ini perawat pemegang program jiwa di Puskesmas Kota Padang. Ada 14 puskesmas yang turut serta dalam kegiatan ini. “Peserta yang menghadiri kegiatan workshop cukup antusias mulai dari hari pertama hingga hari kedua kegiatan dilaksanakan. Kegiatan diakhiri dengan diadakannya foto bersama dengan para narasumber yang mengisi kegiatan pelatihan ini,” ujarnya.

Baca Juga  Maraknya Tren Bendera One Piece Jelang HUT RI, Dosen Ilmu Politik UM Sumatra Barat Beri Tanggapan

Dijelaskannya, fenomena gangguan jiwa berat seperti skizofrenia di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2013 prevalensi penderita skizofrenia/psikosis sebesar 1,7 per 1.000 penduduk, sedangkan 2018 meningkat menjadi 6,7 per 1.000 rumah tangga (Kemenkes RI, 2013;2018). Provinsi Sumatra Barat menempati urutan empat tertinggi prevalensi penderita skizofrenia, yaitu sembilan dari 1.000 keluarga memiliki anggota keluarga dengan skizofrenia (Kemenkes RI, 2018).

“Penderita skizofrenia disebut Orang Dengan Skozofrenia (ODS). Masalah dalam penatalaksanaan ODS yang sering ditemukan adalah “relapse” atau “kekambuhan. Kekambuhan disebabkan karena pengobatan yang  terputus, stigma dan kurangnya dukungan keluarga. Keluarga memiliki andil yang cukup besar terhadap ODS. Keluarga merupakan orang terdekat dengan ODS dan berperan penting terhadap tingkat keberhasilan pengobatan ODS. Oleh karena itu, perlu adanya upaya pemberdayaan keluarga dalam membantu merawat ODS agar kekambuhan dapat diminimalisir,” ujarnya.

Baca Juga  Prodi S1 Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan FK Unand Gelar Workshop Ketujuh “Family Planning and Contraception”

Upaya pemberdayaan keluarga, katanya, dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan khususnya perawat pemegang program jiwa yang ada di puskesmas, sebagai garda terdepan pemberi pelayanan yang paling dekat dengan masyarakat. Pemberdayaan keluarga yang dilakukan perawat diharapkan dapat mengedukasi keluarga ODS dan melatih keluarga untuk dapat mengatasi beban, serta stigma selama merawat ODS, sehingga dapat meningkatkan ketahanan keluarga. (*)