Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
SUMBAR

Tekan MoU, Ika USU Siap Berkontribusi Membangun Kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota

1
×

Tekan MoU, Ika USU Siap Berkontribusi Membangun Kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota

Sebarkan artikel ini

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), Gusdian Laura S.K.M. yang mewakili Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro R. menyatakan,  Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki banyak potensi, seperti potensi SDA yaitu pertanian, perkebunan, kehutanan dan lainnya.

Selain itu, Kabupaten Lima Puluh Kota berada di lokasi strategis karena dilalui oleh jalur yang menghubungkan Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Riau. Namun potensi yang dimiliki tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena masih banyak permasalahan, hambatan dan tantangan pembangunan, termasuk kesenjangan antarwilayah.

Ia merinci, kebijakan pertumbuhan wilayah diarahkan pada sektor pertanian melalui pengembangan agribisnis. Diharapkan keterlibatan USU dapat lebih meningkatkan perekonomian Kabupaten Lima Puluh Kota seperti kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumatra Barat lainnya. Kontribusi tertinggi secara sektor di wilayah ini adalah pertambangan sedangkan komoditas unggulannya adalah padi sawah yang terdapat banyak di Kecamatan Situjuah dan Limo Nagari.

Baca Juga  Kejati Sumbar Bagikan 350 Paket Sembako ke Panti Asuhan

Di sisi lain, Walikota Payakumbuh yang diwakili oleh Asisten 2 Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Elzadaswarman, S.K.M, M.P.M., menyatakan, kolaborasi, sinergi dan  konektivitas antarlembaga  tidak dimaksudkan untuk bersaing tapi untuk berkolaborasi menyelenggarakan pembangunan.  Jika urusan kecil kita tak bisa urus, bagaimana urus urusan besar? terangnya.

Lebih jauh ia memaparkan laju pertumbuhan ekonomi Kota Payakumbuh    secara    keseluruhan yang menuntut peningkatan. Untuk itu Kota Payakumbuh  harus  mampu  melihat  sektor  yang berpotensi   meningkatkan   PDRB-nya.  Dilihat   dari   kontribusi   terhadap   PDRB,  maka sektor   perdagangan   besar   dan   eceran  adalah sektor  yang  berperan  besar  dalam  pembentukan PDRB  Kota  Payakumbuh.  Sektor   pengadaan   air,   pengelolaan sampah,  limbah  dan  daur  ulang  dijadikan sebagai  sektor basis/unggulan.     Dari    hasil    pengelompokan sektor   lapangan   usaha   sesuai    brand Kota Payakumbuh sekarang “City of Randang”.

Baca Juga  Polda Sumbar Luncurkan Operasi Anti-TPPO untuk Perangi Kejahatan Kemanusiaan

Dari segi  kemampuan  Kewirausahaan  (entrepreneurship)   perlu    dilakukan    pembinaan    terhadap pelaku  IKM  di  Kota  Payakumbuh.  Sehubungan dengan itu,   penguasaan teknologi     sangat    dibutuhkan    dalam meningkatkan    potensi    IKM    sebagai    sektor industri   pengolahan   karena   dinilai  sebagai sektor   potensial   dalam   meningkatkan   PDRB Kota  Payakumbuh.   Selain  sentra  rendang  sentra UMKM   yang   telah   dibentuk   lainnya   seperti sentra  tenun,  sentra  makanan  ringan  dan  sentra jamur  juga  perlu dioptimalkan. Khusus untuk rendang, UMKM Dapur Mutiara asal Kota Payakumbuh berhasil mengekspor 1 ton bumbu rendang ke Hamburg, Jerman.