UTAMA

Angka Kemiskinan di Sumbar 128 Ribu Jiwa, Fraksi Gerindra Nilai DPRD dan Pemprov Telah Gagal

2
×

Angka Kemiskinan di Sumbar 128 Ribu Jiwa, Fraksi Gerindra Nilai DPRD dan Pemprov Telah Gagal

Sebarkan artikel ini
Kemiskinan
Ilustrasi

Hidayat menambahkan, belum berpihaknya program pemerintah daerah terhadap upaya menstimulus ekonomi masyarakat bisa dibuktikan dengan tak kunjung disetujuinya oleh Gubernur program Simamak yang telah diusulkan sejak tiga tahun belakangan.

Dimana program Simamak ini bertujuan untuk memberikan pinjaman dengan bunga rendah untuk pelaku usaha super mikro yang ada di tengah masyarakat.

“Itu salah satu ketidak berpihakan Pemprov terhadap pelaku usaha kecil. Saat ini ada sekitar 470 ribu pelaku usaha super mikro di Sumbar, namun umumnya mereka masih mendapatkan modal usaha dari sumber pembiayaan dengan bunga yang tinggi, yaitu dari rentenir,” kata Hidayat.

Baca Juga  Mahyeldi: Investasi Melonjak Signifikan, Pembawa Angin Segar Sumbar Bisa Bangkit

Setelah dihitung secara akuntasi, jelas Hidayat, bunga yang dibayarkan pelaku usaha super mikro saat meminjam kepada rentenir, sesungguhnya merupakan keuntungan murni yang mereka dapat, yang bisa digunakan untuk pengembangan usaha, atau bisa disisihkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Kemudian dari sisi infrastruktur, Hidayat menilai, gubernur abai untuk bisa meningkatkan infrastruktur publik di Sumbar yang akan mendukung untuk percepatan ekonomi, dan berujung untuk menekan angka kemiskinan.

Hidayat menuturkan, hal ini  bisa diketahui dari  persoalan Jalan Sitinjau Lauik yang tak kunjung ada solusi, dan tidak kunjung tuntasnya pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru.

Baca Juga  Naik Kelas! Pacu Jawi Tanah Datar Tak Lagi Sekedar Alek Nagari, Tapi Tujuan Wisata Turis Asing