KABA RANTAU

Walikota Hj. Rahma: Perantau Tanah Datar Banyak Membantu Pembangunan Kota Tanjung Pinang

0
×

Walikota Hj. Rahma: Perantau Tanah Datar Banyak Membantu Pembangunan Kota Tanjung Pinang

Sebarkan artikel ini

“Alhamdulillah, Pemerintah Daerah terus menjalin hubungan baik dengan para perantau dimanapun berada, dan mengajak turut secara nyata untuk membangun kampung halaman. Khusus kepada IKTD Tanjung Pinang yang baru dikukuhkan kepengurusannya malam ini, semoga mampu semakin baik menjadi paguyuban yang selalu mengayomi anggotanya dan terus menjalin silaturahmi dengan pemerintah daerah dan ikut membangun kampung halaman,” pesannya.

Sedangkan untuk Kaba dari Kampuang, tambah Eka, Pemerintah Tanah Datar telah melaksanakan berbagai Program Unggulan (Progul) yang bertujuan untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita telah lakukan Progul Bajak Gratis, dimana mesin, operator dan BBM nya disediakan pemerintah melalui Brigade Alsintan. Program yang bertujuan meringankan biaya operasional tanam petani saat ini sudah terlaksana 100 persen lebih dari target, yakni dari 4.200 Hektar lahan telah dibajak seluas 4.204,75 Hektar,” sampainya.

Baca Juga  Banyak Perantau Lintau Buo Jadi Kepala Dinas di Batam, Bupati Eka Putra Apresiasi Walikota M. Rudi

Kemudian, sampai Eka, Asuransi Ternak dan Padi juga sudah berjalan 100 persen. Kemudian ada Progul Satu Rumah Satu Hafizh/Hafizah, Satu Nagari Satu Event bahkan kami juga mempunyai Program untuk menjauhkan masyarakat dari jeratan rentenir.

“Untuk Progul Satu Rumah Satu Hafiz/Hafizah dengan 263 Rumah Tahfizh se Tanah Datar telah mampu melahirkan setidaknya 13.000 penghafal Al Qur’an di Tanah Datar, minimal 1 juz. Dan, bagi rumah yang ditempeli stiker Progul ini diprioritaskan memperoleh bantuan dari Pemerintah Daerah. Kemudian Satu Nagari Satu Event telah dilaksanakan di 14 Nagari di 14 Kecamatan, alhamdulillah berjalan lancar dan program ini mampu meningkatkan roda ekonomi masyarakat, dan memotivasi menampilkan kembali berbagai seni, adat dan budaya serta kuliner yang telah lama terpendam atau bahkan hampir hilang,” terang Eka.

Baca Juga  Bakal Disahkan DPRD dan Pemda Sumbar, Perda Tanah Ulayat Jangan Jadi Perda ‘Mandul’ 

Dikatakan Eka lagi, tak kalah hebatnya dalam bulan Desember digelar Kongres Bundo Kanduang Sedunia pertama di Tanah Datar.