RANAH & RANTAUKABA RANAH

Serba Serbi Seminar Nasional Front Palupuh, “Merawat Sejarah Menjaga Marwah Bersama untuk Masa Depan Tujuh Lurah Koto Rantang”

0
×

Serba Serbi Seminar Nasional Front Palupuh, “Merawat Sejarah Menjaga Marwah Bersama untuk Masa Depan Tujuh Lurah Koto Rantang”

Sebarkan artikel ini

Sejarah Front Palupuh tidak sebesar gaung perlawan masyarakat Kamang ataupun masyarakat Manggopoh, masyarakat Agam sudah menjadikan perjuangkan kedua daerah di Agam tersebut karena sudah dikenang dan diperingati perjuangannya setiap tahun.

Seminar Nasional Front Palupuh adalah langkah yang juga akan menjadi sejarah baru masyarakat Palupuh, karena seminar tersebut menjadi dasar sikap masyarakatnya dalam menghargai dan mengangkat marwah Front Palupuh bisa melekat pada diri setiap anak nagari, yaitu semangat juang dalam setiap langkah untuk membangun Palupuh untuk masa depan yang lebih baik.

Baca Juga  Stardus Club Jorong Angge Helat Kejuaran Bola Voli Putri Se-Sumbar

“Pemkab Agam siap memfasilitasi keinginan masyarakat Palupuh, baik itu literasi terkait, menjadikan sejarah Front Palupuh bagian dari kurikulum pendidikan maupun mencanangkan Hari Peringatan Front Palupuh sebagaimana yang telah ditetapkan Hari Peringatan atas Perjuangan masyarakatnya Kamang dan Manggopoh, jika data-data otentik terkait Front Palupuh, benda maupun situs bukti sejarah perjuangan masyarakat Palupuh, kita bisa mendirikan museum bahkan tokoh sentral Front Palupuah akan kita usulkan sebagai pahlawan nasional,” amanat Bupati Agam.

5. Dengan narasumber yang berkompeten dibidangnya masing-masing

Tujuan dari kegiatan ini adalah menyiapkan langkah-langkah untuk masa depan dalam menjaga dan merawat sejarah front Palupuh. Bukan hanya tentang masa lalu, tapi juga tentang masa depan Kecamatan Palupuh.

Baca Juga  Nagari Koto Rantang Kerja Sama Pengembangan Pembangunan Obyek Daya Tarik Wisata Minat Khusus

Hadir sebagai narasumber AKP John Hendri (mewakili Komandan Batalion Brimob Padang Panjang), Fikrul Hanif Sufyan,S.S, M.Hum (akademisi dan penulis sejarah dari STKIP Yayasan Abdi Pendidikan Payakumbuh), Dr. Aslinda, M.Hum (FIB Unand Padang), serta Sri Raflesia, SCl (Teman Pilah Jakarta), dengan moderator Jafri Ayub (UIN Imam Bonjol Padang).