KABA RANAH

Mengenal Lebih Dekat Cagar Alam Batang Palupuh, Rumah Rafflesia Pertama di Sumbar

5
×

Mengenal Lebih Dekat Cagar Alam Batang Palupuh, Rumah Rafflesia Pertama di Sumbar

Sebarkan artikel ini
Bunga Rafflesia

Fauna yang terdapat di dalam kawasan ini ada yang bersifat menetap dan ada pula yang tidak menetap, di antara jenis-jenis tersebut berhubungan dengan kehidupan Rafflesia Arnoldi baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung terlihat adanya serangga yang sering mengunjungi bunga Rafflesia Arnoldi saat bunga tersebut mekar, serangga yang banyak mengunjungi bunga adalah anggota Famili Calliphoridae, Sarcophagidae, dan Muscidae dengan jenis-jenis, seperti lalat hijau (Luciliasp), lalat biru (Protocalliphora sp), lalat becak (Sarcophaga sp), dan lalat buah (Drosophila sp). Selain itu, jenis tupai tanah (Tupaia glis) yang sering memakan kuncup bunga Rafflesia Arnoldi.

Baca Juga  Ponpes Darul Hikmah Kembali Cetak Penghafal Al-Qur’an

Jenis-jenis lain yang ditemukan tanda keberadaannya dalam kawasan adalah babi hutan (Sus scrofa), tapir (Tapirus indicus), kijang (Muntiacus muncak), siamang (Hyllobates syndactylus), simpai (Presbytis cristata), tupai dahan (Sciurus notatus), kera (Maccaca fascicularis), tikus buluh (Chiropodimys sp), tikus tanah (Rhizomys sumatraensis), bengkarung (Mubaya multifasciata), dan musang (Paradoxorus hermaphroditus).

Dengan sejarah serta potensi yang ada cagar alam ini bisa mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Nagari Koto Rantang. Karena cagar alam ini bukan hanya menyajikan Rafflesia saja, tapi ada banyak faktor lain yang mendukung. Ada ke aneka ragaman flora dan fauna, serta kebudayaan masyarakat sekitar cagar alam yang selama ini telah terbiasa hidup berdampingan dengan Rafflesia.

Baca Juga  Melek Hukum, Nagari Lareh Nan Panjang Selatan Punya Pos Pembinaan Hukum

Tentunya pembenahan lebih lanjut mampu membuat wisatawan yang berkunjung ke cagar alam ini bisa lebih nyaman untuk mempelajari Rafflesia dan ekosistemnya. Dengan menjadikan Cagar Alam Batang Palupuh daerah kunjungan wisata minat khusus, pada akhirnya mampu berdampak bagi perekonomian masyarakat Nagari Koto Rantang secara berkelanjutan. (*)