PENDIDIKAN

Bupati Tanah Datar Apresisi Kegiatan Guru Penggiat Literasi dan Pelatihan Menulis Guru

0
×

Bupati Tanah Datar Apresisi Kegiatan Guru Penggiat Literasi dan Pelatihan Menulis Guru

Sebarkan artikel ini
Bupati Eka Putra
Bupati Eka Putra saat berada di tengah peserta pelatihan guru penggiat literasi. IST

HARIANHALUAN.ID – Bupati Tanah Datar, Eka Putra memberikan apresiasi dan menyambut positif kegiatan guru penggiat literasi, serta pelatihan menulis bagi guru dan murid di Hotel Pusako Bukittinggi, Rabu (22/2/2023).

“Meningkatkan mutu pendidikan di Tanah Datar, perlu didukung dengan guru atau tenaga pendidik yang profesional, ditambah lagi di era digital saat ini, Kemajuan teknologi yang semakin canggih, akan memengaruhi mental generasi penerus nantinya,” ucap Bupati Eka Putra.

Bupati Eka berharap banyak hal bermanfaat yang dapat dilakukan oleh generasi muda, agar tidak terlena dan asyik dengan teknologi smartphone, bermain game online ataupun aktivitas lain tanpa batas melalui jaringan internet yang sudah dalam genggaman tersebut.

Baca Juga  Bupati Tanah Datar Eka Berikan Hak Pilih Pemilu di TPS 35

Menurut Bupati Eka Putra, gerakan ini akan dapat membangun sinergitas semua elemen dalam rangka menumbuhkembangkan semangat literasi masyarakat dan gerakan ini sangat baik sekali ditambah lagi dilakukan dengan swadaya, itu menandakan tingginya animo guru dan siswa terkait literasi di Tanah Datar.

“Bagi kita semua yang hadir tidak hanya guru, namun juga ada siswa. Dari itu, saya berharap dengan adanya gerakan menulis ini akan muncul lagi minat membaca, karena membaca jendela dunia,” ujar Eka Putra.

Baca Juga  17 Sekolah Terpencil di Dharmasraya Kini Tersambung Internet Berkat Teknologi Starlink

Salah seorang guru Ade Ristiani saat ditanya Bupati Eka Putra tentang ketertarikannya dengan Gerakan Tanah Datar Menulis itu mengatakan, gerakan ini sebagai ladang bagi dirinya yang berlatar belakang guru bahasa Indonesia tersebut.

“Gerakan Tanah Datar Menulis ini ladang bagi saya untuk mengembangkan bakat literasi, baik bagi saya maupun bagi siswa saya nantinya. Guru sejarah sudah menghasilkan karya, kenapa saya yang guru bahasa Indonesia belum. Dan saya juga sangat bersyukur bisa bertemu langsung dengan pak bupati yang telah melahirkan media guru seperti ini,” ucapnya gugup dan disambut riuh peserta lainnya.