Begitu juga saat pelaksanaan salat Jumat, pelajar MAN 2 Bukittinggi harus tampil memberikan khutbah. Bagi pelajar perempuan juga harus terampil dalam pidato keagamaan, baik di masjid terdekat maupun di lingkungan tempat tinggalnya. Untuk itu, MAN 2 Bukittinggi harus menghadirkan lulusan yang dapat dipakai di masyarakat.
“Albert Einstein menyatakan, ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh dan ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu bakar, dan adab tanpa ilmu seperti jasad tanpa ruh. Artinya, setinggi apapun ilmu yang kita miliki jika tidak memahami agama, maka kehancuran yang akan terjadi. Betapa banyak ilmuwan hebat menghadirkan temuannya. Namun apabila tidak ada ilmu agama dan adab, maka teknologi yang diciptakan akan merusak muka bumi,” ujar Amri.
Ketua pelaksana ujian keterampilan keagamaan, Ustad Syafrizal, yang juga merupakan salah satu guru tahfiz di lingkungan MAN 2 Bukittinggi menyampaikan kepada seluruh pelajar XII untuk bisa serius mengikuti ujian yang dilaksanakan, sehingga dapat dinyatakan lulus pada tiga bidang kompetensi yang diuji tersebut. Persiapkan diri secara maksimal untuk meraih hasil yang diinginkan.
Wakil Kepala Kurikulum Deswita berharap, agar ujian yang dilaksanakan berjalan dengan aman dan lancar, karena setelah ujian keterampilan keagamaan siswa akan melanjutkan kepada asesmen madrasah.
“Lulusan madrasah tidak hanya mengusai ilmu pengetahuan umum, tetapi juga mengusai ilmu agama, serta mampu mengimplementasikan keseharian yang tercermin dalam akhlak yang baik dan mengamalkannya,” ucap Deswita. (*)
Kepala MAN 2 Bukittinggi, Amri. J memberikan motivasi dan membuka secara resmi ujian keterampilan keagamaan untuk pelajar kelas XII di halaman MAN 2 Bukittinggi. IST





