PADANG, HARIANHALUAN.ID — Akademisi Pariwisata dari Politeknik Negeri Padang Novi Yanita, S. Pd, M.M.Par mengatakan, sektor pariwisata berpeluang besar untuk menghasilkan dampak ekonomi yang luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun kesejahteraan masyarakat.
Kendati demikian, dampak ekonomi tersebut, menurutnya baru akan terasa secara signifikan jika semua pihak yang terlibat dalam aktivitas pariwisata bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan baik satu sama lain.
“Namun di beberapa daerah di Sumbar, saat ini kita melihat bahwa sinergi itu belum terbangun dengan sempurna. Meski arahnya sudah kesana, namun Pemerintah masih terlihat seperti jalan sendirian. begitupun dengan masyarakatnya,” ujarnya kepada Haluan Jumat (3/3).
Novi menilai, Kondisi seperti itu haruslah bisa diatasi. Sebab menurutnya, jika berkaca kepada strategi pengelolaan pariwisata yang selama ini telah berjalan dan dinilai berhasil di Bali, keberhasilan pengelolaan pariwisata mutlak memerlukan sinergi antar semua pihak.
“Di Bali, Ekosistem pariwisatanya telah terbangun . Ada sinergi antara masyarakat dengan Pemda. Mereka saling melengkapi satu sama lain. Ini yang seharusnya kita tiru dan terapkan,” ungkapnya.
Novi juga menyebut, program desa wisata, maupun program yang sejenis dengan satu nagari satu event yang sedang dijalankan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif maupun Dinas Pariwisata merupakan momentum yang sangat tepat untuk membangun atau bahkan menata ulang Ekosistem pariwisata di Sumbar.
Adapun strategi nya, kata Novi, diantaranya adalah dengan memaksimalkan fungsi dari Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang telah terbentuk di berbagai daerah saat ini.
“Kolaborasi dan sinergi antara komunitas masyarakat ini sangat menentukan tingkat keberhasilan pengelolaan sektor wisata yang ada di daerah. Setiap elemen harus saling mendukung,” ungkapnya.
Lebih jauh lagi, agar cita-cita besar Pemprov Sumbar untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai lokomotif perekonomian bisa tercapai, menurut Novi yang paling penting adalah strategi untuk meningkatkan spend of Money ataupun Length Of Stay Wisatawan.
Hal itu pun, kata dia, bisa tercapai dengan memaksimalkan setiap potensi wisat yang ada di daerah. Baik itu berupa kekayaan adat, tradisi maupun peningkatan kualitas produk-produk ekonomi kreatif.
“Local Wisdom maupun produk ekonomi kreatif masyarakat ini harus bisa dipromosikan dan ditingkatkan lagi nilainya. Sebab bagaimanapun, jika kita menginginkan agar sektor pariwisata menjadi lokomotif ekonomi, yang perlu ditingkatkan adalah dampak ekonominya,” ucap Novi. (Fzi).





