WEBTORIAL

Jelang Bulan Ramadan, Ketua DPR RI Turun ke Pasar-Pasar Pantau Harga Bahan Kebutuhan Pokok

0
×

Jelang Bulan Ramadan, Ketua DPR RI Turun ke Pasar-Pasar Pantau Harga Bahan Kebutuhan Pokok

Sebarkan artikel ini
Puan Maharani
Ketua DPR RI, Dr. (H.C.) Puan Maharani saat meninjau Pasar Cihapit Bandung, Provinsi Jawa Barat. Foto DPR RI

Warung Bu Eha pun merupakan langganan Putra Bung Karno saat masih mahasiswa, yakni Guntur Soekarnoputra. Di awal kemerdekaan, Warung Bu Eha memiliki menu yang disukai orang Belanda dengan gaya prasmanan. Saat ini penyajiannya pun masih sama, meski menunya sekarang berbasis masakan Sunda.

 Usai sarapan, Puan langsung berkeliling Pasar Cihapit untuk mengecek harga-harga kebutuhan pokok. Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu berhenti di sejumlah kios untuk berinteraksi dengan pedagang dan warga yang tengah berbelanja.

“Apa saja yang sudah mulai naik harganya?” tanya Puan kepada salah satu pemilik kios sayur bernama Sri. Pemilik kios menyebutkan, cabe rawit naik dari Rp60 ribu per kg menjadi Rp70-80 ribu per kg. Telur dan gula biasanya mau puasa naik sampai Rp10-20 ribu. Minyak yang biasa (non-subsidi) sampai sekarang juga masih mahal.

Baca Juga  Sebanyak 51 Tenaga Pendidik  di Payakumbuh Lulus Program Guru Penggerak

Menurut Sri, biasanya harga-harga sayur dan kebutuhan pokok akan naik signifikan sepekan sebelum puasa. Harga akan semakin melejit jelang Idulfitri. “Nanti mau Lebaran naik lagi lebih mahal. Cabe bisa sampai Rp100 ribu per kg, kadang-kadang malah sampai Rp120 ribu per kg,” kata Sri.

 Pasar Indralaya

Sementara itu, ketika mengunjungi Pasar Indralaya di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Puan Maharani juga melakukan hal yang serupa, yaitu melakukan dialog dengan pedagang yang menanyakan harga-harga bahan kebutuhan pokok. Puan banyak mendapat keluhan dari pedagang dan pembeli di Pasar Indralaya, mengenai minyak goreng bersubsidi merek MinyaKita hilang dari pasaran.

Puan berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah mengenai permasalahan tersebut. “Itu juga yang tadi saya pantau. Tentu saja saya akan langsung berkomunikasi dengan pemerintah, kenapa di beberapa daerah hilang dari peredaran,” kata Puan.

Baca Juga  Raih Akreditasi Unggul, UIN Bukittinggi Siap Bekerja Sama dengan Semua Lembaga

 Puan juga menilai sarana dan prasarana Pasar Indralaya perlu ditingkatkan. Di antaranya dengan perbaikan jalan dan drainase atau saluran air mengingat kondisi pasar yang becek, sehingga cukup mengganggu aktivitas jual-beli. “Saya rasa perlu pasar ini direhab atau renovasi, agar paling tidak menjadi pasar yang lebih bersih dan nyaman,” kata Puan.

Pada kesempatan itu, Puan juga menyalurkan bantuan untuk pedagang toko, pedagang kaki lima, hingga sopir becak motor. Total ada 1.000 paket beras yang disalurkan Puan untuk masyarakat dalam kunjungan Pasar Indralaya tersebut. Selain itu, Puan juga sempat berbelanja. (*)