“Pada intinya perlu kolaborasi dari semua pihak, tidak bisa berjalan dengan sendiri, baik itu pemerintah MKI Sumbar atau masyarakat yang peduli dengan ekosistem ini. Dan ini menjadi tantangan terbesar yang harus kita hadapi. Termasuk di Sumbar harus siap menghadapinya,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy menyampaikan pemilihan ketua pengurus MKI Sumbar periode 2023-2026 dan seminar nasional membahas peralihan penggunaan kendaraan elektrik dari kendaraan konvesional berbahan bakar fosil. Untuk di Sumbar, masih jauh dibanding dengan di Pulau Jawa. Selain dari kendaraan elektrik, namun juga didukung dengan tempat pengisian mobil listrik atau SPKLU.
“Peralihan pengunaan kendaraan konvesional berbahan fosil ke kendaraan elektrik ini disebabkan ketersediaan bahan bakar fosil yang mulai langka dan tidak membuat polusi udara. Untuk di Sumbar sendiri, baru tiga daerah yang memiliki Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), yaitu Payakumbuh, Padang, dan Kota Solok,” ujarnya.
Lanjutnya, sesuai instruksi dari pemerintah pusat untuk menggalakkan penggunaan kendaraan elektrik ini, pemda secara perlahan akan mendukung, sehingga komitmen Indonesia Net Zero Emission tercapainya dan tentunya ramah lingkungan.
Pada seminar nasional ini menghadirkan pembicara dari Kementerian ESDM, Kadin Indonesia, Ketua Umum MKI Pusat, Evy Haryadi, Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Perkumpulan Pemangku Kepentingan Penunjang Jasa Ketenagalistrikan (PPKPJK) dan peneliti dari Universitas Andalas dan MKI. (*)





