UTAMA

Sosialisasi dan Edukasi Harus Terus Dimasifkan untuk Cegah Konflik Gajah dengan Manusia

0
×

Sosialisasi dan Edukasi Harus Terus Dimasifkan untuk Cegah Konflik Gajah dengan Manusia

Sebarkan artikel ini
Gajah Sumatra

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Masyarakat dan semua stake holder terkait perlu ambil peran  dalam upaya melindungi gajah Sumatra dari ancaman  kepunahan. Selain itu edukasi dan sosialisasi perlu terus dimasifkan untuk mencegah terjadinya konflik gajah dengan masyarakat.

Pesan itu disampaikan  Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Ardi Andono menyikapi kemunculan  satu ekor gajah Sumatra yang dilaporkan sempat merusak satu buah pondok di ladang masyarakat yang  ada di Nagari Padang Tarok, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung Jumat (10/3) lalu.

Baca Juga  Pilot-pilot Angkatan Udara Amerika Dibunuh

“Tim sudah berada di lokasi sejak dua minggu yang lalu. Pengusiran telah dilakukan dengan menggunakan meriam karbit, kami mengimbau agar jangan diburu dan disakiti. Karena gajah adalah hewan dilindungi dan merupakan aset berharga bagi Sumbar,” ujarnya kepada Haluan melalui keterangan tertulis Senin (13/10).

Untuk mencegah terjadinya konflik gajah dengan masyarakat, Ardi mengimbau masyarakat untuk memindahkan logistik makanan warga yang berada di pondok-pondok sawit, serta memindahkan sabun, detergent dan lainnya yang memiliki bau yang wangi.

Baca Juga  Temui Menpora Amali, Rektor UNP, UNAND dan Ketua LLDIKTI Wilayah X Laporkan Kesiapan POMNas XVII di Sumbar

Kemudian, masyarakat yang berada di sekitar hutan, juga diminta untuk menggiatkan patroli serta menyalakan meriam karbit secara teratur, atau  menyalakan api unggun pada malam hari. “Bisa juga dengan menyiapkan anjing penjaga di Pondok pada malam hari serta dengan tetap mengedepankan koordinasi dengan BKSDA Sumbar dan perangkat pemerintahan daerah setempat,” tutupnya. (fzi)