UTAMA

16 Terduga Teroris Dibawa ke Jakarta, Tim Densus 88 Masih Siaga di Sumbar

0
×

16 Terduga Teroris Dibawa ke Jakarta, Tim Densus 88 Masih Siaga di Sumbar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

“Daerah Tanah Datar, Dharmasraya, Payakumbuh dan Lima Puluh Kota misalnya. Daerah itu berdasarkan hasil survei yang pernah dilakukan FKUB tahun 2019, memang merupakan daerah yang dianggap tidak memiliki indeks kerukunan beragama yang cukup baik selama beberapa tahun belakangan,” ujarnya.

Lebih lanjut Adil menyebutkan, belakangan ini pihaknya juga telah mendapatkan informasi yang mengatakan bahwa sel-sel jaringan terorisme mulai aktif merekrut anggota melalui media sosial di sejumlah wilayah di Sumbar.

“Pola perekrutannya mereka mulai berkembang, jika dahulunya mereka bergerak secara door to door lewat pengajian atau halaqoh-halaqoh. Kini mereka mulai melakukan perekrutan lewat media sosial, ini yang menjadi tren belakangan ini yang harus diwaspadai,” ucapnya.

Baca Juga  BPD Gapensi Sumbar Akan Gelar Musda ke-10, Afrizal, Interdi Syair, Tasman dan Syahrudi Bakal Caketum Periode 20232-2028?

Perubahan pola perekrutan calon-calon pelaku teror itu, kata Adil, seiring dengan hasil kajian yang telah dilakukan oleh FKPT beberapa waktu lalu, yang hasilnya menunjukkan bahwa konten di media sosial rawan disalahgunakan sebagai media penyebaran paham ekstrim.

Sedangkan mengenai akar dari fenomena radikalisme dan ekstrimisme yang belakangan ini kembali marak ditemukan gejalanya di Sumbar, Adil mengatakan bahwasanya fanatisme beragama bukan menjadi satu-satunya faktor tunggal.

“Radikalisme dan ekstrimisme ini kerap berawal dari intoleransi. Dalam artian, adanya suatu kelompok masyarakat yang tidak menerima perbedaan atau eksklusif. Kemudian jika ada yang tidak sesuai dengan pandangannya, mereka biasanya tidak segan-segan mengambil tindakan yang mengarah kepada anarkisme,” ucap Adil.

Baca Juga  Silaturahmi dengan Bupati Tanah Datar, Perantau IKAPGA Jakarta Bahas Pembangunan Nagari III Koto Rambatan