HARIANHALUAN.ID – Pemerintah daerah diminta untuk mulai mempersiapkan kepulangan para perantau pada mudik lebaran Idulfitri 1444 H. Termasuk juga dalam menyambut para wisatawan yang akan berlibur di Sumatra Barat.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meminta kabupaten dan kota untuk melakukan persiapan menjelang libur Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah/Lebaran 2023 karena jumlah pemudik akan meningkat empat kali lipat dibandingkan 2022.
“Menjelang libur Lebaran ini, banyak hal yang harus dipersiapkan agar perantau dan wisatawan nyaman selama di Sumbar,” katanya.
Ia menyebut kabupaten dan kota adalah ujung tombak dalam memberikan pelayanan terbaik bagi perantau dan wisatawan yang datang. Persiapan harus dilakukan sejak jauh hari karena jika gelombang mudik sudah masuk, kata dia, akan sulit meramu rencana, karena ditahap itu sudah waktunya untuk eksekusi.
Selain itu Gubernur juga minta kabupaten/kota menyiapkan akses pengaduan dengan penanganan cepat bagi masyarakat, sebagai bentuk antisipasi jika nanti terjadi tindak kriminalitas atau premanisme terhadap pengunjung.
“Jangan sampai aksi premanisme itu membuat citra daerah menjadi negatif,” katanya.
Sementara itu, jumlah pemudik ke Sumatra Barat diperkirakan naik empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Dengan kategori pemudik yang masuk ke Sumbar didominasi jalur udara dan darat.
“Prediksi penambahan di jalur darat 4 kali lipat. Untuk kemacetan terkonsentrasi di 25 titik yang tersebar di Bukittinggi, Payakumbuh, Padang Pariaman, Padang Panjang dan Tanah Datar,” kata Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Dedy Diantolani.
Selain yang reguler, juga akan ada perantau asal Agam di Malaysia sebanyak 2 ribu orang. Para perantau tersebut akan pulang bersama pada Lebaran tahun ini.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pemprov Sumbar bekerja sama dengan sejumlah pihak menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi kemacetan serta keamanan, kenyamanan dan kebersihan di destinasi wisata. (fzi)





