UTAMA

Keutamaan Membaca Tasbih, Tahmid, Tahlil dan Takbir Setelah Salat Lima Waktu

3
×

Keutamaan Membaca Tasbih, Tahmid, Tahlil dan Takbir Setelah Salat Lima Waktu

Sebarkan artikel ini
ilustrasi berzikir usai salat

ADA banyak amalan sehari-hari yang bisa dijadikan sebagai perantara untuk meminta kelancaran rezeki kepada Allah SWT. Dan ternyata salah satunya sederhana dilakukan dan lekat dengan salat sehari-hari yaitu membaca tasbih, tahmid, dan takbir setelah salat lima waktu. 

Diriwayatkan, ada orang-orang miskin datang menghadap Nabi. Mereka berkata, orang-orang kaya itu pergi membawa derajat yang tinggi dan kenikmatan yang kekal. Mereka salat sebagaimana kami shalat. Mereka puasa sebagaimana kami berpuasa. Namun mereka memiliki kelebihan harta sehingga bisa berhaji, berumrah, berjihad serta bersedekah. 

Nabi lantas bersabda, “Maukah kalian aku ajarkan suatu amalan yang dengan amalan tersebut kalian akan mengejar orang yang mendahului kalian dan dengannya dapat terdepan dari orang yang setelah kalian. Dan tidak ada seorang pun yang lebih utama daripada kalian, kecuali orang yang melakukan hal yang sama seperti yang kalian lakukan. Kalian bertasbih, bertahmid, dan bertakbir di setiap akhir salat sebanyak tiga puluh tiga kali.”

Baca Juga  India jadi Tujuan Ekspor Utama Sumbar pada September 2023 Nilainya Capai US$51,89

Kami pun berselisih. Sebagian kami bertasbih tiga puluh tiga kali, bertahmid tiga puluh tiga kali, bertakbir tiga puluh empat kali. Aku pun kembali padanya. Nabi bersabda, “Ucapkanlah subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar, sampai tiga puluh tiga kali.” (HR Bukhari, no 843).

Dalam riwayat lain dikatakan, Nabi bersabda: “Barang siapa yang membaca: “Maha Suci Allah dan aku memuji-Nya”, dalam sehari seratus kali, maka kesalahannya akan dihapuskan sekalipun seperti buih air laut.” (HR. Bukhari: 7/168, Muslim: 4/2071 no.2691)

Baca Juga  Telkom Berdayakan Generasi Muda Lewat Program Edukasi Konservasi

Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang membaca: Laailaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu lahulmulku walahulhamdu wahuwa ‘alaa kulli syaiin qadiir, sepuluh kali, maka dia seperti orang yang memerdekakan empat orang budak dari keturunan Nabi Ismail.” (HR. Bukhari: 7/167, Muslim dengan lafazh yang sama: 4/2071 no.2693)