SUMBAR

Cuaca Panas dan Kemarau Hingga 6 Bulan, Sumbar Waspada Karhutla dan Gagal Panen

2
×

Cuaca Panas dan Kemarau Hingga 6 Bulan, Sumbar Waspada Karhutla dan Gagal Panen

Sebarkan artikel ini

HARIANHALUAN.ID — Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengingatkan pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat, agar menyiapkan diri menghadapi cuaca panas selama enam bulan ke depan.

“Kami sudah bertemu dengan BMKG. Beberapa hal yang perlu disikapi, yakni cuaca panas dan musim kemarau. Kemungkinan kondisi tersebut akan berlangsung pada Mei hingga enam bulan ke depan,” kata Mahyeldi.

Mahyeldi menjelaskan, berdasarkan prediksi BMKG, selama enam bulan ke depan, akan ada kawasan-kawasan di Sumbar yang curah hujannya sangat rendah dan suhu atau cuacanya cenderung lebih panas.

Baca Juga  HUT Bhayangkara, Polres Padang Pariaman Gelar Tabur Bunga

Untuk mengantisipasi kondisi ini, Mahyeldi mengaku telah memberikan arahan kepada Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Sumbar untuk segera mengaktifkan tim pengendalilan kebakaran lahan dan hutan (karhutla) dan senantiasa melakukan koordinasi dengan BMKG. Sehingga dapat mengetahui spot yang perlu diantisipasi, agar potensi karhutla dapat diminimalisasi.

Selain itu, Mahyeldi juga sudah memberikan arahan kepada Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Sumbar untuk mendorong masyarakat segera memulai masa tanam padi.

“Saat berkunjung ke Sijunjung masyarakat, di sana sudah mulai bakaua adat pascapanen. Oleh karena itu, melalui Dinas Pertanian kami mendorong masyarakat untuk menyegerakan masa penanaman. Agar pada Juli nanti masyarakat sudah panen,” ujarnya.

Baca Juga  Per 2021, Luas Tutupan Hutan Sumbar Capai 1,8 Hektare

Dengan menyegerakan masa penanaman padi, diharapkan saat berlansungnya kemarau nanti tidak akan banyak mempengaruhi ketersediaan pangan masyarakat, sehingga tingkat inflasi menjadi tetap terkendali.