PENDIDIKAN

Bukik Setiawan: Perubahan Pendidikan Berhasil Saat Orangtua Tidak Tanya Lagi Nilai Anak

0
×

Bukik Setiawan: Perubahan Pendidikan Berhasil Saat Orangtua Tidak Tanya Lagi Nilai Anak

Sebarkan artikel ini
Bukik Setiawan bersama beberapa pengawas yang sudah merdeka belajar. IST

Lalu tantangan kedua adalah kurikulum yang terlalu banyak konten atau materi pembelajaran. Bukik mengungkapkan, kurikulum di Indonesia termasuk yang materinya paling padat. Namun, saat ini materi di kurikulum merdeka sudah jauh lebih ringkas.

Tidak berlebihnya materi membuat guru memiliki lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid. Guru yang demikian disebut oleh Bukik sebagai “guru yang mengajar murid”. Maksudnya, mengajar dengan orientasinya adalah murid.

“Penguasaan materi yang begitu banyak membuat kita harus mengkompensasi yang lain, yang lebih penting, yaitu life skill. Keterampilan presentasi, keterampilan negosiasi, keterampilan memberikan pendapat,” jelas Bukik.

Baca Juga  Semarak Tahun Baru Hijriah 1445, Pontren Kauman Motivasi Santri Menghafal Al-Qur'an

Bukik menganalogikannya dengan belajar memasak. Saat murid harus belajar 100 resep masakan, maka mereka hanya akan fokus menghafal semuanya. Namun, jika hanya belajar lima resep, maka murid memiliki banyak waktu untuk mengeksplorasi.

Murid memiliki kesempatan untuk mempraktikkannya, menanyakan pendapatnya ke orang sekitar, menelusuri alasan penggunaan bahan yang digunakan, dan lain sebagainya. Mereka akan mendapatkan kompetensinya, tidak hanya hafal resep masakan.

Bukik berharap, penerapan Kurikulum Merdeka Belajar yang sudah memasuki tahun ketiga akan semakin baik. Segala capaian dalam bentuk praktik baik perlu terus dipublikasikan dan diperbincangkan.

Baca Juga  Kemenag RI Buka Bea Siswa Kuliah di Maroko, Berikut Jadwal Seleksinya!