Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
UTAMA

Selama Libur Lebaran, PKL Membludak di Kawasan Jam Gadang

0
×

Selama Libur Lebaran, PKL Membludak di Kawasan Jam Gadang

Sebarkan artikel ini
Selama libur Lebaran PKL membludak berjualan di sekitar Jam Gadang, Minggu (30/4). Gatot

Meski banyak pedagang yang berjualan, namun Des  mengaku senang karena ada ada kelonggaran bagi pedagang untuk berjualan di sekitar Jam Gadang saat momen libur Lebaran sekarang ini. Menurutnya, dengan banyaknya pengunjung dari berbagai daerah yang datang ke Jam Gadang, berpengaruh terhadap omset jualan yang didapat.

“Alhamdulillah ada peningkatan penjualan  dibanding dengan hari biasa. Omset jualan bisa naik hingga dua kali lipat. Momen libur Lebaran dan ramainya wisatawan yang datang ke Bukittinggi, tentu kami manfaatkan untuk mengais rezeki,” ucap Des.

Banyaknya pedagang di Jam Gadang, direspon oleh Wali Kota Bukittinggi Erman Safar. Menurutnya, kehadiran PKL dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) disekitar Jam Gadang, ikut membantu kebutuhan wisatawan yang berkunjung ke pusat kota, terutama di sekitaran Jam Gadang.

Baca Juga  Desakan Terus Mengalir dari Pulau Sumatera, Segera Tetapkan Status Bencana Nasional!

“Biarkan saja yang penting tertib. Ini saat yang pas bagi mereka untuk jualan. Biarkan mereka  mencari uang sebanyak-banyaknya. Pengunjung juga butuh mereka, buktinya dagangan mereka laku terjual semuanya. Banyaknya pengunjung yang berbelanja akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,”  kata Erman Safar.

Terkait masalah sampah dan kebersihan di sekitar Jam Gadang, Erman Safar menyebutkan, pihaknya akan selalu membersihkan kawasan itu setiap harinya agar wisatawan yang datang  terus merasa nyaman.

“Soal sampah nanti kita bersihkan. Membersihkan sampah mudah buat kami karena tinggal disapu lalu diangkut. Untuk meningkatkan kesejahteraan warga butuh kekuatan besar. Sayang, kalau UMKM melewatkan kesempatan libur untuk berjualan,” tutur Erman Safar.

Baca Juga  Kinerja 2024 Tumbuh 2 Digit, Aset UUS Bank Nagari Tembus Rp6,10 Triliun