PADANG, HARIANHALUAN.ID – Kepala UPTD. BKIM Sumatera Barat, drg. Afando Ekardo atau yang akrab disapa drg. Edo, gigih memperjuangkan agar UPTD BKIM bisa berkembang menjadi Rumah Sakit Khusus Mata (RSKM) di Sumbar. Berbagai upaya menuju transformasi menjadi RSKM pun telah dijalankan selangkah demi selangkah.
drg. Edo menyebut dari jauh-jauh hari pihaknya sudah membuat naskah akademik dan telaah. Saat ini, tinggal satu persyaratan yang harus dipenuhi BKIM untuk dapat bertransformasi jadi RS.
“Insya Allah segera proses jadi RS. Tinggal satu prosedur atau syarat yang belum yaitu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),” ujarnya kepada Haluan beberapa waktu lalu.
Lebih jauh dikatakannya, pada tahun ini telah diusulkan anggaran sebesar Rp1,2 miliar pada Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar sudah untuk IPAL. Namun anggaran tersebut dirasionalisasikan sehingga tidak lagi masuk dalam anggaran 2023. Padahal sebelumnya di Perencanaan sudah masuk.
Namun drg. Edo tak pantang menyerah. UPTD BKIM kemudian mencari pihak ketiga untuk bekerjasama dalam pembuatan IPAL dengan BKIM yang pembayarannya dalam bentuk cicilan, dari dana BULD.
“Misalnya dari Rp1,2 miliar itu diangsur selama setahun atau dua tahun dibayarkan Rp50 juta tiap bulan dari pendapatan kita. Sebab jika tidak ada IPAL itu, BKIM tidak bisa diproses menjadi RS. Sedangkan persyaratan lain sudah lengkap,” ujarnya lagi.
Akhirnya ada PT. Rubitec Anugrah Medicalinto dari Batam Kepri mau membantu dalam pembuatan IPAL ini. “Sehingga PT. Rubitec ini yang mau membantu kita,” katanya.





