PADANG, HARIANHALUAN.ID – Emma Yohanna resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat (Sumbar) untuk kembali bersaing memperebutkan kursi DPD RI pada Pemilu 2024. Saat mendaftar, Emma diantar para simpatisan dan sahabatnya yang menggunakan pakaian serba pink, Jumat (12/5).
Ini merupakan keikutsertaan Emma yang keempat kalinya mencalon ke DPD RI. Ia mengaku tugas dan gagasannya di DPD RI belum selesai, sehingga masih perlu dilanjutkan di periode ke empat.
“Tentu saja masih sangat banyak yang perlu dilakukan dan belum selesai. Mudah-mudahan masyarakat masih percaya, sehingga saya bisa melanjutkan apa yang menjadi keinginan kita semua demi kemajuan daerah ini,” kata Emma dalam konferensi pers, Jumat (12/5).
Emma mengatakan, DPD jauh berbeda dengan DPR RI. Menurutnya, DPD RI mewakili daerah, ia maju sebagai independen yang dipercayai masyarakat secara umum, tanpa adanya sekat, apakah itu partai politik, kelompok, golongan dan lain-lain.
Sebagai lembaga baru ia menyebut, akan terus memperjuangkan penguatan lembaga, sehingga DPD punya hak untuk memberi keputusan kebijakan seperti yang dilakukan DPR. Seperti halnya dalam membuat Undang-undang. Saat ini, DPD hanya sebatas bisa memberi masukan saja, tanpa hak untuk memutuskan.
“Kami di DPD terus berjuang agar hak-hak DPD sama dengan DPR. Ini perlu dukungan masyarakat supaya DPD sama-sama punya hak memberi keputusan,” katanya.
Emma juga menyambut jika ada kandidat-kandidat muda yang akan mewakili Sumbar. Tentu akan sangat membanggakan jika ada calon-calon lain yang muda-muda untuk ikut mewakili Sumbar.
“Kita bangga dengan Sumbar yang dikenal sebagai bundo kandung. Sayangnya, untuk bertarung tingkat nasional sulit sekali. Mudah-mudahan ke depan 30 persen perwakilan perempuan dari Sumbar bisa di penuhi,” katanya.
Sehubungan dengan ini, pada Pemilu 2009, Emma mendapat 203.587 suara atau 9,98 persen. Pada Pemilu 2014, mendapat 314.053 suara atau 13,78 persen. Sementara pada Pemilu 2019, Emma menjadi calon yang mendapat suara paling tinggi, yakni 530.834 atau 21.04 persen. Menariknya, perolehan suara Emma pada Pemilu 2019 lalu mengalahkan perolehan suara pasangan Calon Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Sumatera Barat.
“Saya memilih jalur independen, karena saya merasa punya kewajiban sebagai warga daerah, negara dan Sumbar. Hingga saat ini perempuan dari Sumbar belum ada yang bisa mewakili kita di parlemen. Jadi atas dorongan dukungan dari teman-teman dan masyarakat, bisa diwujudkan,” ucapnya. (fdi)





