Dengan banyaknya jumlah pemudik dan kendaraan yang masuk ke Sumbar selama momen Lebaran, masalah klasik seperti kemacetan tentunya tidak dapat dihindari. Biarpun begitu, Dishub Sumbar bekerja sama dengan Polda Sumbar dan pemangku kepentingan lainnya telah menyiapkan sejumlah langka antisipasi.
Salah satunya penerapan sistem satu arah (one way) jalur Sicincin-Bukittinggi pada H-3 hingga H+3 Idulfitri 1444 Hijriah. Melalui sistem ini, kendaraan dari Bukittinggi menuju Padang dialihkan ke jalur Malalak agar tidak bertabrakan dengan kendaraan dari bawah (Sicincin-Bukittinggi).
“Pemberlakuannya dimulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB untuk kendaraan yang datang dari Padang. Kalau untuk yang dari Bukittinggi, dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB sudah kami alihkan ke jalur Malalak,” katanya.
Dedy menyebut, sistem ini telah efektif mengurai kemacetan panjang yang kerap melanda jalur ini. Memang, kemacetan masih terjadi, namun menurutnya tidak separah tahun sebelumnya.
“Kalau pada Lebaran tahun lalu, dari Padang ke Bukittinggi ataupun sebaliknya itu bisa sampai 8 jam. Tapi kalau Lebaran tahun ini, waktu tempuh dari Padang ke Bukittinggi ataupun sebaliknya sudah di bawah 5 jam. Padahal jumlah kendaraan yang melewati jalur ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu,” tuturnya. (dan)





