PADANG, HARIANHALUAN.ID – BKKBN Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menggelar Workshop Parenting 1001 bicara, Kamis (25/5).
Kepala Perwakilan (Kaper) Bkkbn Provinsi Sumbar, Fatmawati mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan BKKBN untuk eduaksi dan pendampingan generasi muda sejak usia remaja.
“Harapannya dengan kegiatan ini, bisa mempersiapkan generasi bangsa menjadi generasi berkualitas. Agar keluarga sebagai orang terdekat memahami pendekatan yang pas menghadapi anak-anak di fase remaja,” ucapnya.
Fatmawati menambahkan, terlebih lagi orangtua dapat memberi pemahaman dan edukasi terutama terkait bahaya seks dan pergaulan bebas serta pernikahan dini.
“Bagaimana mengantisipasi hal itu, menyelamatkan generasi bangsa menuju generasi berkualitas. Kita ingin pada 2045 ketika dihadapkan dengan bonus demografi kita bisa meraih Indonesia emas,” ucapnya.
Saat bonus demografi, sambungnya angka penduduk yang bekerja lebih besar daripada yang tidak bekerja.
“Anak-anak kita ini yang nanti akan bekerja. Jadi harus dibekali hal-hal positif,” tuturnya.
Talkshow ini diharapkan nantinya keluarga dapat menyampaikan poin-poin dan hal positif ke anak-anaknya.
Lebih jauh Ia memaparkan, dalam hal parenting BKKBN sangat mendukung untuk menyiapkan generasi berkualitas.
“Salah satunya dengan workshop seperti ini, yang sudah 3-4 tahun berjalan. Nantinya diberi pemahaman bagaimana pendekatan yang tepat mengahadapi anak-anak remaja.
Menurutnya, dalam menghadapi berbagai tantangan ini, penting bagi pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat secara keseluruhan untuk mendukung dan memberdayakan remaja Indonesia.
Termasuk dengan melibatkan penyediaan pendidikan yang berkualitas, akses terhadap layanan kesehatan yang memadai, peluang kerja yang adil, serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang memengaruhi mereka.
Pada kesempatan itu, Psikolog yang juga Wakil Ketua Umum Himpsi Sumbar, Nina Febrina didapuk menjadi narasumber.
Ia menjelaskan masa remaja merupakan masa pencarian identitas diri versus kebingungan.
“Memahami remaja itu gampang-gampang sulit. Ia berada pada periode pengambilan resiko yang tinggi. Pengambilan resiko menghadirkan ancaman dan tantangan bagi remaja. Oleh karenanya fase remaja membutuhkan pengawasan khusus dari orang dewasa,” ujar Nina.
Pendekatan dan teknik parenting yang tepat harus dipahami orang tua agar anak bisa melewati tahap perkembangan baik kognifif, fisik maupun sosioemosional di masa remaja.
Ia menambahkan remaja Indonesia merupakan sumber daya manusia harapan Indonesia.
“Mereka merupakan generasi muda yang berperan penting dalam perkembangan negara bangsa. Masa remaja adalah sebuah fase dengan berbagai keadaan dan menghadapi tantangan tersendiri,” ucapnya.
Ia berharap workshop ini menjadi langkah yang baik serta mendapatkan strategi, cara-cara yang pas untuk bagaimana tujuan mewujudkan generasi berencana dan berkualitas dapat tercapai. (yes)





