KAMPUS

Lebih dari 500 Dokter Ikuti PIB ke-23 untuk Update Ilmu Terbaru Bidang Penyakit Dalam

1
×

Lebih dari 500 Dokter Ikuti PIB ke-23 untuk Update Ilmu Terbaru Bidang Penyakit Dalam

Sebarkan artikel ini
Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Afriwardi. SH. Sp.KO., M.A., memukul gong saat membuka kegiatan Pertemuan Ilmiah Berkala (PIB) ke-23 pada Sabtu (27/5) di Hotel ZHM Premier Padang. ATVIARNI

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Lebih dari 500 dokter umum dan dokter spesialis penyakit dalam, mengikuti pembukaan Pertemuan Ilmiah Berkala (PIB) ke-23 pada Sabtu (27/5) di Hotel ZHM Premier Padang. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (Jumat-Minggu 26-28/5) ini digelar atas kerja sama Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSUP M. Djamil, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Sumatera Barat.

Ketua Panitia PIB ke-23 dr Eifel Faheri SpPD-KHOM FISQua kepada wartawan usai pembukaan acara menyebutkan, PIB tahun 2023 merupakan kegiatan yang ke 23 kalinya. PIB dilakukan secara hybrid. Ada online dan ada yang offline.

Disebutkannya, pertemuan secara online dapat memudahkan para dokter yang bertugas di daerah pelosok, tanpa harus datang ke lokasi mengingat jarak dan waktu. Apalagi selama pandemi Covid-19 pertemuan online melalui zoom meeting sangat membantu hingga akhirnya pertemuan online terus berlangsung dilaksanakan saat situasi telah normal kembali.

Baca Juga  Wako Padang Tekankan Pentingnya Evaluasi dan Perencanaan Realisasikan Progul

“Ilmu yang diupdate di antaranya soal vaksin. Sebab sampai saat ini masih banyak masyarakat yang belum paham tentang vaksin. Kemudian penangan pasien diabetes dengan angka yang terus naik.Penyakit hipertensi sekarang juga banyak di masyarakat. Ini penyakit regeneratif karena pola hidup tak sehat,” terang Eifel.

“Saat ini, angka kesakitan dan kematian di bidang penyakit dalam di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Kondisi itu mengharuskan para dokter umum dan spesialis penyakit dalam meningkatan pelayanaan komprehensif dan berkualitas kepada para pasien. PIB adalah salah satu usaha untuk meningkatkan mutu pelayanan dan pendidikan serta dapat dijadikan sarana untuk berbagi pengalaman di antara narasumber dan peserta pada pertemuan ini. Dimana sasaran utama PIB adalah para dokter umum yang menjadi ujung tombak pelayanan di masyarakat. Peserta PIB lebih dari 500 orang,” katanya.

Baca Juga  UNAND Kukuhkan Enam Profesor Fakultas Teknik

“Harapan kami semoga penyelenggaraan acara ini memberikan dampak dan sambutan yang positif dari para sejawat. Semoga peningkatan ilmu dalam mendiagnosis dan menatalaksana penyakit di bidang ilmu penyakit dalam berdampak terhadap peningkatan kesehatan di masyarakat,” ulasnya.