Untuk melanjutkan program ini jelas mantan kepala SMPN 8 Bukittinggi, tidaklah semudah membalik telapak tangan. Harus kerja ekstra, selain perencanaan yang matang, juga membutuhkan waktu yang cukup lama, tenaga yang kuat serta dana yang tidak sedikit.
Tak hanya itu, sebelum persiapan dilaksanakan juga mengadakan MoU dengan orang tua siswa dan pelatih yang telah disiapkan. Apakah keduanya bisa sejalan dengan program yang telah dirancang ini.
“Hal ini dilakukan agar selama pelaksanaan, ditengah jalan tidak terjadi masalah yang tidak kita inginkan. Alhamdulillah antara orang dengan pihak sekolah dan pelatih terjadi kesepakan. Semuanya klop, sehingga program berjalan dengan baik karena sasaran yang kita tuju, kita ingin sukses kembali meraih kejuaraan FLS2N tingkat nasional seperti tahun sebelumnya,” ujarnya.
Untuk itu katanya kita tak boleh puas dengan apa yang telah dicapai. Kelemahan kelemahan yang ditemui sebelumnya sebelumnya seperti masalah dana harus dicarikan solusinyai.
“Bagaimanapun caranya, selagi untuk siswa, dana bos kita pergunakan, jangan terkendala masalah ini, biar pihak sekolah yang memikirkannya. Itu konsekwensi kita,”ujarnya.
Dalam persiapan menjelang lomba jelas Edi Kosla yang telah mengabdi selama kurang lebih 10 bulan memimpin sekolah ini memang memakan waktu. Dari pagi hingga sore siswa latihan, namun tidak menganggu jam belajar siswa.





