BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.ID — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bukittinggi, Herriman,SH,M.Hum membuka secara resmi kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan SPNF (Satuan Pendidikan Nonformal ) se-Kota Bukittinggi di Hotel Dymens, Senin (5/6).
Kadisdikbud Herriman yang didamping Kabid PAUD dan PNF serta kepala SPNF-SKB Bukittinggi Wahyuni,S.Pd menyebutkan pendidikan nonformal tidak terlepas dari sistem Pendidikan Nasional yang tercantum dalam UUD Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2023 tentang sistem Pendidikan Nasional.
Pada kesempatan itu, Herriman berharap kegiatan diklat bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan nonformal ini benar-benar dapat memberi manfaat dan menambah kepercayaan diri dalam mendesaian pembelajaran yang menyenangkan di lembaga pendidikan masing-masing.
Kepala SPNF-SKB Bukittinggi Wahyuni,S.Pd menyampaikan kegiatan Diklat Peningkatan Kompetensi Pendidik PNF ini diikuti 20 peserta. Berasal dari SPNF SKB, Pamong Belajar, Tutor, Penilik dan Kasi Bidang PAUD PNF Disdikbud Bukittinggi.
Dijelaskan Wahyuni, kegiatan yang berlangsung selama 5 hari itu, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pendidik terkait penguatan kebijakan PAUD PNF.
Tidak saja itu, lanjutnya diklat ini juga dapat meningkatkan kompetensi tenaga pendidik PNF terkait Implementasi Kurikulum Merdeka pada program pendidikan kesetaraan.
“Kita berharap guru-guru pendidikan nonformal tidak ketinggalan informasi terkait Impelementasi Kurikulum Merdeka yang dicanangkan Kemendikristek RI.
Peserta dapat menggali informasi sepuas-puasnya dari narasumber yang ahli di bidangnya terkait penerapan kurikulum merdeka di sekolah nonformal dan menghadapi Asessmen Kompetensi Minimal (AKM).
Hasil dari diklat ini akan kita tindaklanjuti berdasarkan evaluasi yang dilakukan di masing-masing lembaga”,sebut pamong berprestasi tingkat Sumatera Barat itu.
Selama lima hari peserta akan dicerahkan oleh pemateri Yosi Molina, M.Psi (Perkembangan Psikologis Peserta Didik), Delviati,M.Pd (Implementasi Kurikulum Merdeka), Eka Pasca Suryabayu,M.Pd (Perancangan soal AKM) dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah oleh DR. Gantino Habibi serta Dasar-Dasar Jurnalistik oleh Almujafri Surau. (rdw).





