HARIANHALUAN.ID — Tiga tahun kepemimpinan Mahyeldi-Audy kalangan DPRD Sumbar menilai pelaksanaan program unggulan (progul) di sektor pertanian masih belum berjalan maksimal.
Anggota Komisi II DPRD Sumbar, Syamsul Bahri saat diwawancarai Haluan baru-baru ini mengatakan, pihaknya melihat pelaksanaan Progul gubernur untuk sektor pertanian masih belum terarah, dan banyak yang berjalan tidak tepat sasaran.
“Progul pemerintah daerah di sektor pertanian ini kalau dilihat dari luar sebenarnya bagus, cuma saya melihat pelaksanaannya belum maksimal, masih ada unsur kepentingan-kepentingan politiknya,” ujar Syamsul.
Sebagai contoh, sambungnya, pelaksanaan program yang ada di Progul banyak yang hanya menyasar kelompok tertentu saja. Ia mengatakan, Progul gubernur mestinya dijalankan untuk kepentingan rakyat Sumatera Barat (Sumbar) secara umum, bukan kepentingan kelompok tertentu. Kemudian sasarannya harus jelas dan realisasinya harus optimal. Oleh sebab itu, pihaknya berharap pemerintah daerah bisa lebih fokus lagi melaksanakan progul di sektor pertanian ini.
“Gubernur kita ini kan gubernur Sumatera Barat, bukan gubernur kelompok tertentu, jadi harus mengayomi masyarakat Sumatera Barat secara keseluruhan. Progul itu harus diarahkan untuk masyarakat kurang mampu yang memang membutuhkan,” tukasnya.
Lalu seperti apa harapan dari kalangan DPRD untuk Progul ini? Apa benar Progul ini hanya untuk kalangan tertentu saja? Lantas bagaimana fakta di lapangan? Bagaimana jawaban dari Pemprov Sumbar terhadap tudingan ini?
Semua akan dikupas tuntas di Koran Haluan edisi Rabu, 7 Juni 2023 dengan narasumber yang kompeten. Jadi, jangan ketinggalan untuk mendapatkannya! (red)





