“Sumatera barat sampai saat ini menjadi pilot project, karena kita sudah menutup perlintasan tidak resmi sebanyak 300 titik, mudah-mudahan jauh lebih baik dan kereta kita lebih cepat dan aman di perjalanan,” tuturnya.
Berdasarkan data dari Dirjen Perkeretaapian, di kawasan Danau Singkarak saja terdapat tujuh kilometer rel yang sudah tidak berada di tempatnya. Setelah dilakukan pergantian, kasus serupa kembali terjadi dengan hilangnya 35 ribu penambat rel. Selain itu, di Stasiun Padang Panjang, terdapat delapan alat pindah jalur kereta api yang juga telah dicuri.
Sementara itu, Sekdako Sonny menyambut baik komitmen yang disampaikan DJKA, karena kereta api menjadi solusi dalam mengatasi persoalan transportasi di Sumbar dalam jangka panjang.
“Namun untuk Padang Panjang saat ini lebih dominan bagaimana aset-aset perkeretaapian bisa terus terpelihara. Karena untuk jalur ada tetapi belum aktif sampai saat ini,” ucapnya.
Selain itu, Sonny berharap dengan komitmen Pemko dan DJKA ini bisa membantu dan menjamin aset negara. Serta ikut mewujudkan kerja sama lain dalam pemanfaatan kawasan kereta api khususnya di Padang Panjang. (hmg)





