Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
PASAMAN BARAT

Pasaman Barat Gelar Rakor Pencegahan Korupsi dengan KPK

2
×

Pasaman Barat Gelar Rakor Pencegahan Korupsi dengan KPK

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Risnawanto membuka kegiatan Rakor Pemda Pasbar bersama KPK. Osniwati

 PASBAR, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat menggelar rapat koordinasi program pencegahan korupsi terintegrasi tahun 2023 bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Terutama dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang good government dan clean government.

Rakor ini dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Risnawanto yang didampingi Sekretaris Daerah Hendra Putra bersama Inspektur Emnita Nadirua, Kepala OPD, Para Kabag serta Stakeholder terkait lainnya, Rabu (7/6). Dihadiri oleh KPK Wilayah Sumbar Yuli Kamalia beserta jajaran.

Wakil Bupati Risnawanto menjelaskan untuk mewujudkan perbaikan tata kelola pemerintahan dan penyelamatan keuangan dan aset daerah melalui delapan  area intervensi yang dilakukan KPK, maka Pemerintah Daerah Pasaman Barat akan melakukan komitmen bersama untuk selalu taat dan patuh terhadap azas-azas umum penyelenggaraan negara demi tercapainya pemerintahan yang good government dan clean government.

“Dengan adanya rapat koordinasi yang dilakukan hari ini. Maka dapat berdampak terhadap peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan baik dari segi keuangan, aset dan lainnya demi pemberantasan tindak korupsi di Pasaman Barat,” ucap Risnawanto.

Baca Juga  Respon Cepat Tanggap Bencana, Polres Pasbar melalui Polsek Talamau Pimpin Pembuatan Jalan Darurat di Lokasi Longsor Pasanggiang

Sementara itu, Sekda Hendra Putra menambahkan bahwa sesuai dengan permintaan KPK yaitu terkait laporan kepada instansi berwenang melalui monitoring center for prevention (MCP), Pemda Pasbar juga memberikan laporan tersebut sebagai upaya yang dilakukan dengan tujuan untuk tidak terjadinya tindak pidana korupsi di Pasbar.

Ia juga menegaskan akan adanya koordinasi yang lebih ditingkatkan dalam menjalankan pemerintahan, sehingga peningkatan capaian MCP sesuai target minimal 85 persen di tahun 2023.

Hendra menambahkan, hal ini sesuai dengan area intervensi KPK yaitu perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kapabilitas APIP, Manajemen ASN, Optimalisasi Pendapatan Daerah, Manajemen Aset Daerah dan Tata Kelola Dana Desa. “Maka ke depan akan terimplementasikan dengan baik di Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat dengan koordinasi yang baik antar instansi terkait,”ucap Hendra Putra.(h/ows)

Baca Juga  Peringatan HUT Ke-22, Baznas Pasaman Barat Gelar berbagai Kegiatan