Sementara untuk laba operasional sebesar Rp1 miliar di luar beban penyusutan. Artinya penyusutan aset tetap dan amortisasi sebesar Rp3,4 miliar lebih. Rugi komprehensif sebesar Rp2,3 miliar lebih atau naik 57 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, perseroan juga telah merealisasikan kontribusi PAD sebesar Rp650 juta kepada seluruh pemegang saham sesuai persentase saham masing-masing berdasarkan keputusan Akta RUPS No. 7 tanggal 22 Mei 2022. Dia menyebutkan melihat pada 2021 lalu, pendapatan Hotel Balairung sebesar Rp12 miliar dan menyumbangkan Rp650 juta ke kas daerah.
“Jadi memang tidak banyak, karena memang lagi menurun kegiatan-kegiatan yang digelar di Hotel Balairung, mulai dari awal pandemi yakni 2020 dan hingga 2022 pun dampaknya masih dirasakan,” tukasnya. (len)





