Adapun langkah konkret yang perlu segera dilakukan, menurutnya adalah dengan memperkuat skema pembiayaan berbasis koperasi pada sektor agribisnis pertanian. Skema pembiayaan model ini pun, bertujuan guna mengembangkan usaha agribisnis berbasis koperasi dengan memperhatikan rantai pasok pangan dan rantai nilai yang terintegrasi.
“Dengan sistem rantai pasok dan rantai nilai yang efisien, diharapkan kebutuhan pangan yang berkualitas dapat terpenuhi serta harga pangan dipasarkan bisa stabil,” terangnya.
Kemudian, Ekonom Senior Sumbar ini juga meminta Pemprov Sumbar untuk terus mendorong pembentukan koperasi tani baru sebagai upaya untuk memfasilitasi pembinaan, akses bibit, dan permodalan bagi petani. “Pembentukan koperasi tani mesti bertujuan mendorong produktivitas sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui koperasi tani, hasil pertanian dapat dijual melalui koperasi dan petani dapat memperoleh manfaat tambahan dari hasil produksi mereka, ” jelasnya.
Harusnya Koperasi Tumbuh dan Berkembang
Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumbar dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) , Rahmat Saleh, meminta Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop dan UKM) Sumbar melahirkan program konkret dalam upaya menghidupkan serta memperkuat kembali peran fungsi koperasi di Sumbar.
“Sebagai gagasan besar Founding Father Bung Hatta yang merupakan bapak koperasi, seharusnya pemikiran dan konsep koperasi bisa terus hidup dan berkembang di Sumatera Barat,” ujarnya kepada Haluan Kamis (15/6).
Rahmat Saleh menyebut, matinya ratusan unit koperasi maupun koperasi jenis lainnya, di Sumbar, menandakan bahwa program pengelolaan serta pendampingan koperasi yang dijalankan dinas terkait, masih lemah dan belum terlaksana secara konkrit.





