PASAMAN BARAT

Ketua Komisi II DPRD Pasaman Barat, PAD Belum Maksimal Dipicu Belanja Operasional Rendah

5
×

Ketua Komisi II DPRD Pasaman Barat, PAD Belum Maksimal Dipicu Belanja Operasional Rendah

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi II DPRD Pasbar Syafridal

Salah satunya adalah dengan mengumpulkan seluruh informasi dan data untuk dikemas menjadi sebuah paket informasi akurat dan bisa menjelaskan objek yang menjadi target sosialisasi. 

“Dalam hal ini tentu tidak terlepas dari peranan media massa yang juga dituntut bekerja secara profesional dan berimbang dalam menyebarluaskan informasi di ranah publik,”ulasnya. 

Ia menyebutkan dalam standar hirarki pengelolaan keuangan negara, PAD merupakan salah satu indikator penting yang menjadi acuan pihak pemerintah pusat sebelum memutuskan penganggaran program yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Baca Juga  30,72 Persen Pekerja di Pasaman Barat Belum Entri Data untuk Penerima BSU

Karena jumlah penerimaan pada sektor PAD yang meningkat mampu menjadi sebuah gambaran tentang baiknya pengelolaan pendapatan dan pengeluaran suatu daerah.

“Sehingga harus ada keseriusan sikap dari para pemangku kepentingan dalam menuangkan pemikiran dan gagasan terbaiknya,”harap politisi asal Partai Amanat Nasional (PAN) itu. 

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pasaman Barat, Afrizal Azhar kepada wartawan mengungkapkan persentase pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pasaman Barat pada 2022 sebesar 89,20 persen atau setara dengan Rp116, 1 miliar lebih dari target Rp130, 2 miliar yang ditetapkan. 

Baca Juga  Polda Sumbar Optimalkan Kamtibmas Selama Kampanye