HARIANHALUAN.ID – Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung dibawah kepemimpinan Bupati Benny Dwifa Yuswir S.STP, M.Si dan H. Iraddatillah terus melakukan terobosan serta inovasi dalam sistem pemerintahan. Salah satu yang dijalankan yakni, Strategi Peningkatan Kinerja Pengadaan Barang dan Jasa Melalui Sistem Informasi Kawal Pengadaan di Bagian Pejabat Administrator Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdkab yang secara resmi diluncurkan, Kamis (15/8) di Balairung Kantor Bupati Sijunjung.
Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir memberikan apresiasi dan memuji terobosan yang dilakukan pihak Bagian Pejabat Administrator Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab setempat.
“Mudah mudahan dengan adanya program Peningkatan Kinerja Pengadaan Barang dan Jasa Melalui Sistem Informasi Kawal Pengadaan di Bagian Pejabat Administrator Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab Sijunjung, dapat membantu meningkatkan program pemerintah daerah, serta menjadi contoh bagi lingkup pemerintahan daerah dalam mengembangkan inovasi birokrasi, dalam upaya meningkatkan pembangunan daerah yang berkesinambungan,” ujarnya
Kabag BPJ Defri Antoni mengatakan, program tersebut dirancang untuk menindaklanjuti permasalahan yang sering terjadi pada pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Sijunjung dengan membuat terobosan dan inovasi baru serta menyusun rencana aksi perubahan.
“Rencana aksi perubahan tersebut dibuat karena dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa saat ini masih sering terjadi seperti kerterlambatan pelaksanaan barang dan jasa, proses pengadaan yang komplek dan rumit, koreksi harga yang terlalu tinggi, putus kontrak dan pengadaan berbasis elektronik serta permasalahan lainnya.
Defri mencontohkan, pada tahun 2022, realiasi pengadaan barang dan jasa sangat lambat sekali. pada triwulan I hanya 6 persen sementara triwulan II terjadi pelonjakan dokumen yang akan ditender.
Menurutnya, dokumen tender masuk dari OPD menumpuk di bulan-bulan tertentu saja, biasanya di bulan Mei, Juni dan Juli. Sehingga menjadi masalah, karena SDM yang sangat terbatas. Dimana seharusnya merata setiap bulannya agar pelaksanaan lebih maksimal.
“Berdasarkan fenomena yang ada, maka kami menyusun rencana aksi perubahan dengan Judul “Strategi Peningkatan Kinerja Pengadaan Barang dan Jasa Melalui Sistem Informasi Kawal Pengadaan,” katanya.
Rencana aksi perubahan itu, Defri menuturkan terdiri dari beberapa langkah penting antara lain pembentukan tim efektif, menjadikan entri rup dan pengawasan PBJ sebagai perjanjian kinerja (PK) jabatan administrator (JPT), menyiapkan aplikasi berbasis elektronik dan kegiatan peluncuran serta sosialisasi aksi perubahan. Dimana setiap tahapan aksi perubahan melibatkan seluruh pemangku kepentingan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
“Diharapkan kegiatan ini akan mampu meningkatkan kinerja pengadaan barang dan jasa yang pada akhirnya akan membantu menyukseskan kegiatan pembangunan di Kabupaten Sijunjung,”harap Defri.
Dilain pihak, Ketua F.Yanlik Kabupaten Sijunjung Saptarius menuturkan, bahwa program strategi kawal pengadaan tersebut luar biasa jika benar-benar diterapkan dan merupakan inovasi baru.
“Seharusnya memang begitu, setiap OPD itu harus ada terobosan dan inovasinya. Hal ini patut diapresiasi,” tuturnya.
Saptarius menyebutkan, tujuan dari terobosan yang dilakukan itu tentunya untuk membantu kegiatan pembangunan di Pemkab Sijunjung.
“Apresiasi dan salut buat Pak Kabag dan staf PBJ atas terobosan dan inovasi barunya, sehingga memudahkan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah dalam pemerataan pembangunan, ”tambahnya.
Kegiatan peluncuran tersebut dihadiri, Sekdakab DR. Zefnihan, AP, M.Si, Asisten II dan Kabag PBJ Defri Antoni, SE, M.M, para pimpinan OPD dan para Camat se-Kabupaten Sijunjung. (*)





