“Pemerintah perlu mendukung gerakan penguatan moral, spiritual dan akidah generasi muda ini melalui penganggaran. Meski persoalan ini tidak langsung tuntas melalui penganggaran, paling tidak gerakan nyata secara bersamaan bisa langsung dilancarkan,” jelasnya
Ia mengibaratkan, penularan penyakit HIV serta perilaku LGBT, akan terus berkembang dengan cepat bagaikan amoeba yang membelah diri jika perilaku seks bebas telah terlanjur membudaya di tengah masyarakat. “Kita perlu memutus mata rantai perilaku menyimpang ini, bisa dengan memperketat perizinan lokasi hiburan malam, hotel atau sebagainya. Yang jelas antisipasinya harus dilakukan,” jelasnya.
Ia menyebut, pemerintah daerah mesti bergerak cepat untuk menyikapi fenomena ini. Sebab menurut dia, apalah artinya keberhasilan pembangunan jika, HIV dan LGBT tetap merajalela di Ranah Minang. “Berhasil pun kita membangun gedung seratus lantai, jembatan dan jalan yang megah sekalipun, namun itu semua tidak ada artinya jika HIV dan LGBT telah menerkam dan melahap habis anak kemenakan kita,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Menular Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (UNAND), Dokter Andani Eka Putra, menyebut, diamankannya ratusan orang pasangan ilegal oleh Satpol PP Kota Padang, mengindikasikan bahwa perilaku seks bebas sudah semakin marak di tengah masyarakat.
Perilaku seks bebas dengan berganti-ganti pasangan itu pun, sebutnya, akan berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit HIV yang bisa ditularkan melalui kontak seksual, pertukaran cairan tubuh, atau bahkan melalui medium jarum suntik. “Penularan HIV paling banyak memang dari aktivitas seksual. Terutama dari hubungan sesama jenis atau LGBT yang saat ini kabarnya populasinya cukup banyak di Sumbar,” ujarnya kepada Haluan Senin (19/6).
Andani menyebut, fenomena ini sebetulnya cukup miris sekaligus ironis, mengingat Sumbar dikenal sebagai provinsi Agamis yang menjunjung tinggi ABS-SBK. Kendati demikian menurutnya, di tengah tingginya angka penularan HIV serta ditemukannya ratusan orang pelaku seks bebas ini, pemerintah mesti harus segera menggencarkan program-program kampanye sosialisasi bahaya HIV sedari dini,





