Komisioner KPU Sumbar, Jons Manedi saat diwawancara awak media di Solok Selatan, Selasa (20/6). KIKI NOFRIJUM
SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.ID — Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Jons Manedi menyebutkan 60 persen pemilih di Sumbar didominasi oleh pemilih pemula.
Sehingga hal ini dijadikan sebagai strategi KPU Sumbar untuk menggencarkan sosialisasi Pemilu 2024 agar tingkat partisipasi pemilih menjadi tinggi.
“Termasuk pemilih pemula yang hari ini kita lagi gencar-gencarnya masuk ke kampus dan kemudian juga ke sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi,” katanya saat kunjungannya ke Solok Selatan, Selasa (20/6/2023) kemarin.
Dominasi 60 persen pemilih pemula itu, lanjut Jons Manedi, berada pada rentang usia 17 – 22 tahun. Sehingga ini menjadi salah satu target utama dan fokus KPU Sumbar untuk dapat meningkatkan partisipasi Pemilu nantinya yang akan dihelat pada Februari tahun 2024 mendatang.
Selain itu untuk meningkatkan partisipasi Pemilu tersebut, KPU Sumbar juga menyampaikan hal lain yang perlu dilakukan adalah terkait validasi data. Setelah pelaksanaan validasi data itu berjalan baik dan lancar, maka baru dilakukan pendekatan-pendekatan.
“Setelah itu kita lakukan pendekatan melalui media sosial. Kemudian selanjutnya kita akan menjangkau beberapa kelompok yang ada di masyarakat seperti kelompok perempuan, kelompok disabilitas, kelompok adat dan kelompok agama,” katanya.
Untuk pendataan DPSHP Sumbar sendiri, Komisioner KPU Sumbar itu mengatakan bahwa DPS yang ditetapkan sebelumnya sebanyak 4.109.235 pemilih. Kemudian untuk DPSHP yang telah diterima dari KPU kabupaten/kota bertambah sekitar 14 ribu lebih menjadi 4.124.004 pemilih.
Sedangkan untuk penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sendiri, pelaksanaan rapat pleno DPT dilaksanakan tanggal 20 dan 21 Juni ini.
Sehingga untuk penetapan DPT dari KPU Sumbar sendiri belum bisa dilakukan hingga KPU kabupaten/kota menyerahkan hasil pleno DPT-nya ke KPU Sumbar.
“Kita masih menunggu hasil rekap DPT yang dilakukan oleh KPU kabupaten/kota. Jika sudah barulah akan kita publis kalau terjadi penambahan ataupun pengurangan. Namun secara perkiraannya progres hari ini mungkin akan terjadi pengurangan karena banyak terdapat data ganda. Untuk pastinya tentu kita menunggu semua hasil dari KPU kabupaten/kota dulu,” ujar Komisioner KPU Sumbar tersebut. (h/mg-jum)





