Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
UTAMA

Menakar Kejayaan Bawang Merah Kabupaten Solok

3
×

Menakar Kejayaan Bawang Merah Kabupaten Solok

Sebarkan artikel ini
Mentan, Syahrul Yasin Limpo, bersama Bupati Solok, Epyardi Asda, saat melihat hasil panen bawang merah di Kabupaten Solok beberapa waktu lalu. IST

Awang mengatakan, karena sudah dikenal secara nasional, ia berharap para petani atau penangkar benih bisa menyiapkan segala keperluan untuk memertahankan dan meningkatkan kualitas serta kuantitas panen. “Kita harus siap, karena sudah dikenal, maka barangnya harus ada. Jangan sampai tidak ada karena bisa jadi masalah,” ucapnya lagi.

Ia mengatakan, Kabupaten Solok berpeluang membantu sebagai penyeimbang produksi bawang merah di Indonesia. Sebab, Brebes sebagai sentra bawang, sewaktu-waktu bisa terjadi masalah sehingga dapat mengganggu pemenuhan kebutuhan bawang secara nasional.

“Brebes pusat bawang merah. Kalau di sana ada masalah, maka tidak karuan jadinya. Makanya Kabupaten Solok diharapkan juga jadi sentra penghasil bawang merah, sehingga sentra produksi nasional dapat menyebar,” ucapnya lagi.

Baca Juga  Pemerintah Beri PLN Rp24,6 Triliun Sebagai Kompensasi Listrik 2021

Melihat hasil produksi bawang merah di Lembah Gumanti, Awang menilai bisa menjadi salah satu produksi bawang merah terbaik di Indonesia. “Potensinya luar biasa. Kami lakukan seleksi, pemulian, dan sebagainya, ketemulah varietas SS Sakato, yang kalau dibandingkan dengan bawang di beberapa tempat lainnya jauh lebih bagus. Ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan kalau bisa Indonesia,” ujarnya lagi.

Bupati Solok Epyardi Asda mengatakan, pihaknya sudah mendata lahan yang dapat digarap dan lahan yang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat. Luas Lahan di Kabupaten Solok kurang Lebih dengan luas 374.000 hektare, dengan hutan lindung sebesar 145.000 hektare sedangkan lahan yang dapat digarap oleh masyarakat sebesar 74.000 hektare yang terdiri dari 39.000 hektare sawah dan  28.000 hektare pertanian hortikultura serta selebihnya masih banyak lahan yang belum digarap.

Baca Juga  Polda Sumbar Siapkan Langkah Pengamanan Unjuk Rasa di DPRD Sumbar

Selain itu, daerahnya tersebut juga memiliki dua daerah yang memiliki suhu udara yang berbeda yakni bagian utara dan selatan. “Untuk di utara itu cenderung panas dan punya danau juga, sementara di selatan itu dingin dan juga ada tiga danau dan selatan ini lah sebagai pusatnya pertanian Kabupaten Solok. Jadi kami ingin jadi penyangga, kami punya beras, kami punya sayuran,” ujar Epyardi.