Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
UTAMA

Menakar Kejayaan Bawang Merah Kabupaten Solok

3
×

Menakar Kejayaan Bawang Merah Kabupaten Solok

Sebarkan artikel ini
Mentan, Syahrul Yasin Limpo, bersama Bupati Solok, Epyardi Asda, saat melihat hasil panen bawang merah di Kabupaten Solok beberapa waktu lalu. IST

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto, mengapresiasi pertumbuhan pesat produksi bawang merah di Kabupaten Solok.

“Luas tanam bawang merah Solok bertambah pesat dari semula 5.000 hektare di tahun 2016 kini mencapai 12.000 hektare. Produksi tahun 2022 lalu mencapai 188.563 ton, menembus ranking 3 Nasional setelah Brebes dan Nganjuk,” ujarnya..

Menurut Prihasto, dari hasil pengamatannya, lahan produksi bawang merah di Solok terutama Alahan Panjang memiliki keunggulan dibanding daerah lain sehingga menjadikannya mampu berproduksi sepanjang tahun. “Karakteristik lahan di Solok ini rata-rata berupa lahan miring dan berlereng. Tanahnya subur dan air cukup tersedia. Intensitas panas mataharinya juga cukup. Inilah di antaranya yang membuat kawasan ini cocok untuk pertumbuhan bawang merah,” tambahnya.

Baca Juga  Masyarakat Singkarak Menuntut Realisasi Janji PLN dan Pelestarian Ikan Bilih

Saat ini, Solok telah memiliki varietas yang telah terdaftar di Kementerian Pertanian bernama Solok Sumbar Sakato atau disingkat “SS Sakato”.  Varietas ini terbukti adaptif dan memiliki produktivitas yang relatif tinggi. Sekitar 1.000 hektar bawang merah rutin dipanen setiap bulan dan dalam 2 minggu lagi ada panen juga untuk membantu pengamanan pasokan Idul Adha.

Ditjen Hortikultura hampir setiap tahun mengalokasikan bantuan untuk mendukung pengembangan hortikultura di Kabupaten Solok. “Tahun 2023 ini kami alokasikan bantuan kawasan bawang merah seluas 83 hektare dan bawang putih 20 hektare. Selain itu adapun bantuan sarana pascapanen, sarana pengolahan, prasarana pascapanen serta sarana produksi pengembangan florikultura dan durian,” tutur Prihasto.

Baca Juga  PLN Pariaman Gencar Edukasi Masyarakat Umum Peduli Keselamatan Kelistrikan

Harapan Petani

Heru salah satu petani di Alahan Panjang, Kabupaten Solok mengatakan, pada saat ini hasil panennya mengalami penurunan karena intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa waktu lalu. “Dari 4,5 hektare lahan seharusnya bisa 60 ton tapi karena cuaca buruk bisa jadi 50 ton,”ujarnya.