Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
UTAMA

Menakar Kejayaan Bawang Merah Kabupaten Solok

3
×

Menakar Kejayaan Bawang Merah Kabupaten Solok

Sebarkan artikel ini
Mentan, Syahrul Yasin Limpo, bersama Bupati Solok, Epyardi Asda, saat melihat hasil panen bawang merah di Kabupaten Solok beberapa waktu lalu. IST

Ia mengakui, bawang merah Solok cukup tahan dibanding daerah lain. Namun, jika cuaca ekstrem tetap berperangruh ke jumlah produksi. “Kalau cuaca biasa aja lumayan tinggi. Karena bawang kami ini kadar air juga cukup dibanding bawang daerah lain,” ucapnya.

Terkait dengan harga bawang, Heru dan petani lainnya berharap agar penjualan tetap stabil. Menurutnya, jika harga di bawah Rp20 ribu per kilogram maka petani mengalami kesulitan.

“Kini harga Rp22 ribu, ini turun, kemarin Rp28 ribu. Jadi kalau bisa harganya di atas Rp20 terus agar petani seperti kami ini bisa makmur. Kalau di bawah Rp20 ribu buat petani tipis untungnya,dulu bahkan pernah menyentuh harga terendah yakni Rp7 ribu,”ujarnya.

Baca Juga  Distribusi BBM Tersendat Pascabencana, Pengamat Nilai Tantangan di Lapangan Memang Luar Biasa Berat

Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Kabupaten Solok, Amri menyatakan, siap bersama pemerintah mewujudkan Solok sebagai lumbung pangan Sumatera terutama bawang merah.

“Kami bertujuan menjadikan Solok sebagai Brebesnya Sumatera. Ke depannya, pasokan bawang merah Sumatera sedapat mungkin bisa dicukupi dari Solok. Kami optimis mampu,” kata Amri. (*)