SOLOK SELATAN

Pemkab Solok Selatan Minta Langkah Konkret Pengelolaan Dana Desa

0
×

Pemkab Solok Selatan Minta Langkah Konkret Pengelolaan Dana Desa

Sebarkan artikel ini
Bupati Solsel, Khairunas memberikan sambutan saat Pelatihan Siskeudes dan Sipades di Hotel Pesona Alam Sangir, Rabu (5/7). KIKI NOFRIJUM

SOLSEL, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan (Solsel) meminta adanya langkah konkret dalam pengelolaan sistem keuangan di nagari. Hal ini dikarenakan masalah Dana Desa selalu menjadi sorotan masyarakat dan lembaga lainnya.

Hal itu disampaikan Bupati Solsel, Khairunas saat Pelatihan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) dan Sistem Pengelolaan Aset Desa (Sipades) di Hotel Pesona Alam Sangir, Solsel, Rabu (5/7).

Ia mengatakan, masalah Dana Desa selalu menjadi sorotan di mana berdasarkan data nasional masyarakat desa sering melakukan penyelewengan Dana Desa. Hal ini tercatat dari tahun 2015 hingga 2022, yang mana telah mencatatkan 601 kasus terkait Dana Desa.

“Maka dari itu, langkah antisipasi kami untuk menepis itu adalah dengan memanfaatkan teknologi melalui adanya Siskeudes untuk dapat mengelola sistem keuangan nagari dengan baik. Saya meminta langkah yang konkret untuk upaya ini,” katanya.

Baca Juga  Pengurus Masjid Diharap Lahirkan Beragam Inovasi

Upaya konkret itu, lanjut Khairunas, harus dikuatkan dengan pengawasan, pendampingan, dan pembinaan yang dilakukan secara berkala. Kemudian juga memberikan laporan terhadap koordinasi pengawasannya. Hal ini bertujuan untuk dapat terus memantau agar pengelolaan keuangan nagari dilakukan dengan transparan, akuntabel, tertib, dan disiplin.

“Kemampuan keuangan daerah masih tergolong rendah. Sehingga diharapkan pengelolaan keuangan nagari benar-benar dikelola secara jujur. Sekitar Rp97 miliar Dana Desa digelontorkan kepada kita, tentu diharapkan secara bersama untuk mengoptimalkan pembangunan di nagari dari hulu sampai hilirnya,” katanya.

Apalagi nagari bagi Pemkab Solsel adalah pemerintahan terdepan sebagai infanteri dari jalannya pemerintahan. Pengelolaan anggaran desa yang hampir Rp3 miliar setiap tahunnya, tentu sangat berdampak terhadap keberlangsungan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Baca Juga  Hapus Paradigma "ASN Cuma Ngabsen", Bupati Solok Selatan Blak-blakan Tiru Karyawan Swasta yang Bekerja Sesuai Jam Kerja!

“Makanya kami selaku Pemkab Solsel mengambil kebijakan untuk dapat menguasai teknologi, salah satunya untuk pengelolaan sistem keuangan nagari ini. Terkait optimalisasi lainnya, kami juga akan menambah tim untuk pengelolaan keuangan nagari ini agar dapat terkelola dengan baik. Tidak mungkin kabupaten lain yang akan mengurusi Solsel kalau tidak kita sendiri,” ujarnya.

Kegiatan pelatihan Siskeudes dan Sipades ini bertujuan untuk pengelolaan keuangan nagari yang akuntabel dan transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan. Kemudian juga untuk menginvetarisasi aset nagari dan mewujudkan tertib administrasi. Adapun pelatihan ini diikuti oleh 163 peserta, yang terdiri dari 85 orang untuk Siskeudes dan 78 orang untuk Sipades. (h/jum)