PADANG, HARIANHALUAN.ID — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang menilai sejumlah permasalahan klasik masih terjadi di Kota Padang meskipun Kota Padang akan berusia 354 tahun pada 7 Agustus mendatang.
Anggota DPRD Padang dari Fraksi Golkar-PDIP, Wismar Panjaitan mengatakan masalah klasik yang masih terjadi diantaranya banjir, penanganan sampah dan drainase tersumbat hingga masalah sosial kemasyarakatan.
“Saat hujan lebat sejumlah titik di Kota Padang akan terendam banjir, seperti Nanggalo, Jati dan titik lainnya. Hal ini masih butuh penanganan serius,” ujarnya, Kamis (6/7).
Sementara itu katanya, untuk pengelolaan sampah juga perlu menjadi sorotan. Bukan hanya tugas pemerintah seorang, tapi juga kesadaran warga bagaimana bisa membuang sampah pada tempatnya. “Sehingga tidak lagi kita temukan banjir itu akibat drainase yang tersumbat karena sampah,” tuturnya.
Di sisi lain, Wismar juga menyinggung masalah sosial kemasyarakatan seperti tawuran pelajar, pemalakan di tempat wisata dan aksi balap liar di sejumlah jalan utama termasuk di sekitar kawasan Balaikota Padang. “Intinya semua pihak harus bersinergi dan berkolaborasi. Sehingga masyarakat aman, nyaman tentram dan ketertiban masyarakat tidak terganggu,” ucapnya.
Hal senada juga diungkap Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Boby Rustam. “Banjir juga menjadi perhatian kita, karena masih terjadi. Bagaimana agar saat pembuatan jalan dipikirkan juga drainasenya, kemana aliran air jadi tidak menjadi penyebab banjir,” ucapnya.
Selain itu, Ia menyebut Komisi III sesuai tupoksinya seringkali berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terutama dalam hal Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan peremajaan pohon pelindung yang sudah lapuk di sepanjang jalan di Kota Padang.
“Harapan kita masalah seperti ada warga yang tertimpa pohon tumbang saat hujan badai tidak terdengar lagi. Sehingga sebelum itu terjadi sudah di atasi. Mana pohon yang rapuh, lapuk harus ditebang agar tidak menimbulkan korban,” kata politisi dari Gerindra ini. (h/yes)





