SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.ID – Tingkatan kinerja yang berbasis digitalisasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan memberikan pendampingan untuk aparatur sipil negara (ASN) pejabat eselon III yang belum memahami teknologi dengan baik.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Solok Selatan, Firdaus Firman mengatakan, upaya pendampingan ini merupakan tindaklanjut dari instruksi Bupati Solok Selatan yang menegaskan, penguasaan teknologi oleh ASN di lingkup Pemkab Solok Selatan merupakan suatu keharusan.
“Ada sebanyak 24 orang pejabat eselon III dari sekretaris dinas, kabid, hingga camat yang menerima pendampingan untuk meningkatkan pemahaman penggunaan teknologi. Kita (Diskominfo) selaku pendamping memberikan coaching clinic selama sebulan ini dengan tiga kali pertemuan setiap minggunya,” katanya kepada Haluan, Jumat (7/7).
Firdaus Firman melanjutkan, coaching clinic telah dilaksanakan sejak seminggu lalu dengan memberikan materi seputar teknologi dasar, dan akan terus berlanjut selama beberapa minggu ke depan. Hal ini sesuai dengan target yang diberikan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Solok Selatan selaku penyelenggara.
Firdaus menuturkan, perlunya menindaklanjuti instruksi bupati tersebut, sebagai bentuk kebutuhan yang memang seharusnya dikuasai oleh para ASN karena penguasaan teknologi sangat berfungsi dalam upaya percepatan realisasi pembangunan.
“Saat ini hampir sebagian pekerjaan menggunakan teknologi. Jadi percepatan pembangunan juga ditentukan oleh pemanfaatan teknologi oleh ruang lingkup pemerintahan agar kinerja itu dapat tercapai,” katanya.
Apalagi beberapa bentuk program dan kegiatan pemerintah bermuara kepada penggunaan teknologi seperti absensi online, administrasi, dan yang lainnya, di mana ASN sebagai pelayan masyarakat tentu harus mampu menguasai teknologi itu sendiri.
Sementara itu, Bupati Solok Selatan, Khairunas menyampaikan, bahwa Pemkab Solok Selatan mengambil kebijakan ini sebagai langkah untuk mencapai tujuan pembangunan di Solok Selatan, di mana mengikuti perkembangan teknologi dengan baik akan menjadi salah satu langkah percepatan untuk pembangunan daerah.
“Kita harus berubah untuk maju. Tidak mungkin Kabupaten Solok Selatan ini akan diurus oleh kabupaten/kota lain kalau tidak dari kita sendiri. Kita perlu kesungguhan dan kerja ikhlas untuk bisa membawa Solok Selatan ini melompat lebih tinggi dan bahkan melampaui daerah lainnya,” katanya.
Untuk mendorong itu, Pemkab Solok Selatan sebelumnya juga telah melakukan pertemuan dengan Wali Kota Surabaya terkait pemanfaatan digitalisasi sebagai akselerasi pembangunan daerah di Solok Selatan.
Apalagi pemanfaatan teknologi akan sangat membantu dalam urusan pemangkasan pelayanan yang lebih efektif dan efisien. Sebab itu, terang dia, Pemkab Solok Selatan mendorong ASN di ruang lingkup pemerintahan daerah tersebut dapat menguasai teknologi. (h/mg-jum)





