PERISTIWA

BKKBN Sumbar Apresiasi Pemkab Tanah Datar Turunkan Stunting

0
×

BKKBN Sumbar Apresiasi Pemkab Tanah Datar Turunkan Stunting

Sebarkan artikel ini

Kegiatan forum koordinasi percepatan penanganan stunting di Kabupaten Tanah Datar, Kamis (13/7). YESI

HARIANHALUAN. ID – Kepala Perwakilan BKKBN Sumbat Fatmawati mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar berhasil menurunkan stunting tahun 2022.

Angka prevalensi stunting di Tanah Datar berhasil turun 2,6 persen dari angka 21,5 persen pada 2021 menjadi 18, 9 persen pada 2022.

“Kita apresiasi Pemkab Tanah Datar berhasil menurunkan prevalensi stunting. Harapan kita target 14 persen pada 2024 nanti bisa tercapai,” ujarnya saat menghadiri Forum Koordinasi Stunting Tanah Datar, Kamis (13/7). 

Ia berharap dengan forum stunting ini ditemukan strategi yang tepat dalam penurunan stunting. 

Fatmawati menyebut, pentingnya komitmen yang merupakan pilar utama penurunan stunting. 

Ia juga optimis dengan, sinergi, integrasi dan kerja keras seluruh pihak, angka stunting di Kab. Tanah Datar bisa semakin turun. 

Pada kesempatan itu, Kepala Baperlitbang Tanah Datar, Alfian Jamrah yang menjadi narasumber menjelaskan beberapa inovasi yang telah dilakukan dalam upaya penurunan stunting itu. 

Baca Juga  KPAI: Kejahatan Seksual Bukan Ranah Restoratif Justice

“Beberapa inovasi yang sudah dilakukan dalam rangka penurunan stunting. Pertama, Santiang Bana Rematri (Segera atasi stunting bebas anemi remaja putri) program ini sudah dilakukan puskesmas oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar,” ujarnya.

Kedua, inovasi Rok Catin (Program Edukasi Calon Pengantin) oleh Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Kankemenag Tanah Datar. 

Ketiga, inovasi Deposit (Dengan Pos Gizi, Stunting Teratasi). 

Keempat, Inovasi pendekar Cinta (Pendampingan oleh Kader terhadap Calon Ibu yang Terencana). Kelima, inovasi Kelas ibu balita, stunting. Keenam, inovasi Martabak si KIA (Mari membaca buku KIA bersama).  Ketujuh, inovasi Manjalita (Makan Bajamba Bersama Anak Balita). 

Alfian menambahkan empat inovasi terakhir juga menjadi bahan pembelajaran oleh 8 negara yang akan berkunjung ke Tanah Datar bulan september nanti. 

Baca Juga  Kebakaran Hebat Landa PT Teluk Luas, Api Mengganas di By Pass Padang

“Diantaranya akan ada studi tiru dari Negara Kamboja, Vietnam, Laos, Timur Leste, Madagascar, Kenya yang akan berkunjung September 2023 mendatang,” ucapnya.

Pada diskusi Forum koordinasi stunting itu, Bupati Tanah Datar, Eka Putra menyebut ada 658 anak stunting di Tanah Datar.

“Dibutuhkan penanganan yang komprehensif, terpadu dan multisektoral dengan mengintensifkan pendampingan pada keluarga beresiko stunting ini,” ujarnya.

Ia juga mengajak semua OPD, Camat, Wali nagari yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, Perantau dan Pengusaha-Pengusaha di Kabupaten Tanah Datar ikut menjadi Bapak Asuh Anak Stunting. 

Disamping itu, Wakil Bupati Tanah Datar, Richi Aprian menambahkan pihaknya juga akan segera membuat hotline untuk penanganan stunting ini. 

“Jadi tiap-tiap nagari bisa menghubungi satgas kalau ada kasus stunting di nagarinya melalui hotline ini. Sehingga penanganan stunting lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya. (yes)