Namun dikarenakan keterbatasan sarana dan prasana, seperti guru maupun ruang kelas, maka penambahan rombel diprediksi sulit untuk dilakukan. Alternatif yang dipilih ialah mengusulkan penambahan jumlah isi rombel kepada kementerian.
Sementara itu, Kepala Disdik Sumbar, Barlius menuturkan, SMA yang diusulkan untuk mendapat penambahan isi rombel berjumlah 31 SMA, yang berada di 10 kabupaten/kota, dengan rincian 17 SMA di Kota Padang, 2 SMA di Padang Panjang, 2 SMA di Payakumbuh, 3 SMA di Bukittinggi, 2 SMA di Solok, 1 SMA di Padang Pariaman, 1 SMA di Tanah Datar, 1 SMA di Limapuluh Kota, 1 SMA Sijunjung, dan 1 SMA di Pasaman.
Pemilihan sekolah tersebut telah dilakukan berdasarkan pemetaan dan laporan mengenai sekolah yang disekitarnya masih banyak siswa lulusan SMP yang belum mendapatkan SMA.
“Kami memperjuangkan anak-anak yang belum mendapat sekolah ini. Dengan catatan mereka belum terdaftar di sekolah swasta. Kalau sudah terdaftar tidak boleh lagi ditarik,” kata Barlius.
Menanggapi itu, Direktur Dikmen Diksus Kemendikbudristek, Putra Aska Elevri mengatakan akan meneruskan permintaan Mahyeldi tersebut kepada Menteri Nadiem Makarim agar dapat dipertimbangkan dan ditindaklanjuti di tingkat pusat.
Tak hanya itu, Putra Aska juga mengapresiasi beberapa usulan Mahyeldi lainnya yang berkaitan dengan PPDB. Beberapa di antaranya seperti, evaluasi ratio tahapan afirmasi, prestasi dan zonasi hingga persiapan dan pematangan siswa SMP dalam menentukan pilihan SMA atau SMK. “Usulan Pak Gubernur akan kami teruskan untuk dikaji lebih lanjut dan dipertimbangkan,” ujarnya. (*)





