PASAMAN BARAT

Nagari Kapa Gelar pembinaan PMR

2
×

Nagari Kapa Gelar pembinaan PMR

Sebarkan artikel ini
Ketua PMI Kabupaten Pasaman Barat Risnawanto dan Wali Nagari Kapa Nofrizon foto bersama dengan PMR Nagari Kapa. Osniwati

HARIANHALUAN.ID — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasaman Barat melakukan pembinaan kepada Palang Merah Remaja (PMR) Nagari Kapa, di aula Gedung Balai Nagari, di Padang Lawas.

Ketua PMI Kabupaten Pasaman Barat Risnawanto dalam pemaparannya mengatakan bahwa PMI sudah memiliki struktur dari pemerintah pusat hingga daerah. Organisasi kemanusiaan ini memiliki manfaat yang banyak bagi masyarakat.

“Ketika berbicara PMI semua pihak ikut ambil andil. Karena PMI memiliki peran penting untuk kemanusiaan, mulai dari kebencanaan hingga menolong orang ketika kekurangan darah,”katanya, Sabtu (15/7).

Ia menjelaskan, PMI bergerak begitu ketika terjadi bencana. Seperti pada pandemi Covid-19, PMI hadir memberikan kepada masyarakat.

“Itu salah satu kehadiran PMI yang sudah di rasakan oleh masyarakat. Masyarakat menunggu PMI untuk membantu mengebumikan. Dengan penuh keikhlasan relawan hadir menolong dan tidak ada yang terdampak Covid-19 ketika itu,”katanya.

Selain itu, ia menambahkan, kegiatan kemanusiaan bidang kebencanaan juga dilakukan oleh PMI dan tidak membedakan dalam memberikan pertolongan. Begitu juga dengan donor darah.

“Pembinaan ini untuk mengenalkan PMI kepada remaja, sehingga memunculkan kepedulian sejak remaja kepada masyarakat. Generasi muda yang memiliki semangat yang kuat dengan program PMR ini tentu sangat mendukung kesiapsiagaan bencana. Baik bencana alam maupun bencana alam,”katanya.

Risnawanto menambahkan, jika remaja memiliki kesiapsiagaan dalam menangani bencana, maka akan muncul keihklasan dan kesadaran serta tidak takut untuk menolong, baik bencana alam maupun bencana non-alam.

Sementara itu, Wali Nagari Kapa Nofrizon mengatakan peserta pembinaan PMR merupakan pelajar SMP, SMK, dan pemuda Nagari Kapa. Program ini bertujuan agar remaja paham bagaimana menangani kebencanaan, baik itu bencana alam maupun bencana non-alam.

“Sehingga remaja memiliki pemahaman untuk menjaga kesehatan dan menangani kebencanaan. Tidak takut lagi ketika terjadi bencana dan meningkatkan kepedulian serta rasa tolong menolong. (*)