Saat ini katanya alat praktek pelatihan yang ada berupa sepeda motor baru dari APBD sebanyak 2 unit.
Dua unit sepeda motor dari Kejaksaan Negeri Pasaman Barat yang diperuntukan untuk praktek pelatih perbengkelan. Pelatihan perbengkelan otomotif dibantu 6 orang tenaga instruktur.
Tiga orang instruktur sudah PNS dan sudah bersertifikat pendidikan dasar instruktur jurusan TIK, otomotif dan jurusan instalasi listrik sederhana. Sementara tiga orang instruktur lagi masih CPNS.
“Sedangkan anggaran dari APBD kegiatan pelatihannya sudah disediakan untuk satu paket. Akibatnya praktek las tersebut berkemungkinan tertunda pelaksanaannya,”kata Erwanzi.
Selama ini praktek perbengkelan otomotif di Balai Latihan Kerja Pasaman Barat sudah meloloskan 44 orang calon tenaga kerja yang terlatih. Beberapa orang sudah bekerja.
Ia menyebutkan sampai sekarang kegiatan BLK sudah berjalan dengan memberikan 4 paket pelatihan berbasis kompetensi yang di anggarkan dari APBN.





