AGAM, HARIANHALUAN.ID – Sebagai bentuk pengembangan bisnis, PDAM Tirta Antokan akan segera memiliki pabrik Air Dalam Kemasan (AMDK).
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama pada Rabu (19/7) oleh Bupati Agam Andri Warman di bekas Gedung PDAM Tirta Antokan di Banda Baru Lubuk Basung.
“Rencananya pabrik AMDK ini selesai dalam enam bulan ke depan,” sebut Bupati Agam Andri Warman, Kamis (20/7).
Lanjut Andri, AMDK ini merupakan bisnis bagi PDAM, di samping sambungan pelanggan ke rumah-rumah karena Agam ini memiliki potensi besar dalam pengembangannya sesuai potensi SDA yang dimiliki.
“Pengerjaannya harus sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ujarnya.
Dikatakakan Andri, terkait AMDK ini, perusahaan air minum swasta sudah sering mengajaknya untuk berkolaborasi namun selalu ditolak.
“Saya ingin pemerintah daerah yang mengelola dan menjalankannya,” ungkapnya.
Karena katanya pemerintah daerah harus menggali semua potensi untuk memajukan daerah dan bisa meningkatkan PAD.
“Kami berharap ekonomi masyarakat turut bangkit dengan keberadaan AMDK ini nantinya, serta akan banyak lapangan kerja bagi anak nagari serta dapat meningkatkan PAD,” ungkapnya.
Sementara Sekda Agam yang juga Dewan Pengawas PDAM Tirta Antokan, Edi Busti menyebutkan rencana pendirian pabrik AMDK ini merupakan ide dan gagasan bupati.
“Pada 2022 dianggarkan kegiatan fisik dan pengawasan sebesar Rp3,1 miliar yang berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU),” katanya.
Kemudian, pada 2022 juga telah dilaksanakan studi kelayakan bisnis oleh pusat studi akuntansi dan keuangan negara Universitas Andalas sehingga akhirnya ditetapkan lokasinya di banda baru tersebut.
“Kami mohon dukungan dari banyak pihak demi kesuksesan pembangunan. Silakan berikan saran dan kritik yang konstruktif demi kemajuan kita bersama,” kata Edi. (*)





