HARIANHALUAN.ID – Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Amril Amin turut berkomentar terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kota Padang beberapa minggu belakangan. Menurutnya, pihak terkait perlu mengusut dimana titik permasalahannya.
“Terkait kelangkaan gas ini perlu didudukkan lagi pada pihak yang bertanggungjawab, diusut, disingkronkan permasalahannya dimana,” ujar Amril Amin yang dihubungi Haluan, Selasa (25/7).
Politisi dari Fraksi PAN yang juga memiliki usaha ritel ini menambahkan, pemerintah melalui pihak-pihak terkait harus hadir agar persoalan ini tidak menimbulkan gaduh di masyarakat.
Sebab, sambungnya gas merupakan kebutuhan harian masyarakat terutama masyatakat menengah ke bawah yang menggunakan tabung elpiji 3 kg. Selain itu, tidak sedikit juga UMKM di sektor makanan bergantung pada ketersediaan gas 3 kg.
“Kalau perlu Dinas Perdagangan bersama Pertamina duduk bersama, apa solusinya jangan sampai masyarakat terdampak pula, kebutuhannya, penghasilannya. Sesegera mungkin cari penyebabnya,” tuturnya.
Diketahui gas elpiji 3 kg masih langka di Kota Padang. Kondisi ini dikeluhkan sejumlah ibu-ibu yang kesulitan mencari gas tersebut.
Salah seorang warga di Gunung Pangilun, Widya (22) menyebut sudah berkeliling ke empat kedai untuk mencari gas ukuran 3 kg.
“Di kedai biasa tidak ada, cek kedai terdekat lainnya juga tidak ada. Sampai di 3 kedai semuanya kosong. Di kedai keempat yang agak jauh saya kesana pakai motor baru ada,” ucapnya.
Ia juga mengeluhkan harga gas yang ada juga naik dari harga normal.
“Biasanya Rp22 ribu sampai Rp23 ribu paling mahal. Tadi dapat harganya Rp26 ribu. Kalau buat ibu-ibu yang pengeluaran hariannya banyak itu sangat terasa kenaikannya,” ucapnya.
Hal yang sama disampaikan Ratna (54). Ia yang memiliki usaha menjual lauk pauk ini juga merasa kesulitan dengan langkanya gas elpiji 3 kg.
“Masih susah. Biasanya saya stok dua tabung gas, karena memasak sebelum subuh. Jadi kalau habis dini hari itu tidak susah mencari. Tapi toko di sekeliling habis stok juga,” tuturnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang yang ditemui Haluan, Amaik menyebutkan kondisi ini terjadi sudah lebih dari sepekan terakhir.
“Ada mungkin dua mingguan. Sudah lebih dari seminggu lah. Pemasoknya juga terlambat datang. Tidak tau juga kendalanya kenapa,” ujarnya. (h/yes)





